GOPOS.ID, MARISA – Industri pertambangan saat ini tidak hanya berbicara soal produksi dan investasi, tetapi juga bagaimana perusahaan mampu menciptakan sumber daya manusia lokal yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja.
Komitmen itulah yang terus ditunjukkan Pani Gold Mine melalui Capability Development Program (CDP), program pengembangan kompetensi yang memberi peluang lebih besar bagi masyarakat lingkar tambang untuk berkembang dan meniti karier di sektor pertambangan.
Program tersebut telah membuka jalan bagi banyak tenaga kerja lokal asal Kabupaten Pohuwato untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperoleh posisi strategis dalam operasional perusahaan.
Salah satu peserta yang merasakan langsung manfaat program, Abdul Fattah Qudratullah, Pemuda asal Pohuwato itu mengaku perjalanan kariernya mengalami perubahan besar setelah mengikuti program pengembangan yang dijalankan perusahaan.
Sebelumnya, Fattah hanya bertugas sebagai pengemudi kendaraan ringan atau light vehicle. Namun melalui pelatihan dan proses pengembangan kompetensi, dirinya kini dipercaya mengoperasikan HD 785, dump truck tambang berkapasitas besar yang memiliki peran penting dalam aktivitas operasional.
Menurut Fattah, pencapaian tersebut tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses belajar, disiplin, dan kemauan untuk terus berkembang.
“Bagi saya, program ini bukan hanya soal peningkatan skill, tapi juga perjalanan kepercayaan. Dari mulanya saya hanya seorang driver sampai dipercayakan untuk mengoperasikan unit HD 785,” ujar Fattah, Kamis (14/05/2026).
Hal serupa dirasakan Sony Kaluku. Ia mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari program pengembangan kompetensi tersebut karena memberinya kesempatan meningkatkan keterampilan dan memperluas wawasan di dunia kerja.
Sony menilai program tersebut juga membantu meningkatkan rasa percaya diri dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sehari-hari di lingkungan pertambangan.
“Program ini sangat berharga bagi saya. Saya berterima kasih kepada Pani Gold Mine atas kesempatan belajar yang diberikan sehingga saya bisa terus berkembang,” ungkap Sony.
Sementara itu, peserta lainnya, Andi Arafah, mengatakan program upskill yang dijalaninya tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga mengubah cara pandangnya terhadap pekerjaan dan masa depan.
Menurutnya, pelatihan yang diberikan membuat dirinya lebih memahami pentingnya keselamatan kerja, efisiensi operasional, hingga kontribusi terhadap target produksi perusahaan.
“Upskill ini bukan cuma soal ganti unit, tapi juga mengubah masa depan,” kata Andi.
HR Manager Pani Gold Mine, Adi Firdaus, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia lokal secara berkelanjutan.
Menurutnya, perusahaan ingin memastikan tenaga kerja lokal memiliki kesiapan dan kemampuan yang memadai untuk mendukung operasional industri pertambangan modern.
“Program ini kami jalankan untuk meningkatkan kesiapan dan kompetensi tenaga kerja lokal, agar mampu mendukung operasional perusahaan dan memiliki kesempatan berkembang di industri pertambangan,” tutup Adi (Adv/Yusuf/Gopos)








