GOPOS.ID, GORONTALO – Gubernur Gorontalo, H. Gusnar Ismail, secara resmi mengukuhkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan melakukan Final Check Persiapan Operasional Embarkasi Haji Antara (EHA) Provinsi Gorontalo untuk tahun 1447 H/2026 M. Acara yang berlangsung khidmat di Aula El-Madina, Asrama Haji Gorontalo, menandai langkah penting dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Total petugas yang dilantik untuk embarkasi haji di Gorontalo adalah 150 orang, terdiri dari 60 petugas layanan jamaah dan 79 petugas lintas sektor, termasuk dari bea cukai, migrasi, dan kesehatan. Selain itu, terdapat 11 petugas kloter yang meliputi ketua kloter, pemimpin ibadah, dokter, dan perawat.Â
Gusnar menekankan bahwa kesuksesan pelayanan tahun ini merupakan pertaruhan besar bagi masa depan perhajian di Gorontalo. Ia menargetkan peningkatan status dari Embarkasi Haji Antara menjadi Embarkasi Haji Penuh di masa mendatang.Â
Ia mengingatkan seluruh petugas bahwa pengalaman selama 16 hingga 18 tahun dalam menyelenggarakan EHA harus dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan yang lebih profesional.
Gusnar juga meminta seluruh stakeholder, termasuk Kanwil Kemenag, Bandara Djalaluddin, Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina, untuk bersinergi tanpa celah. “Kiranya semua petugas yang sudah diberikan amanah untuk menyelenggarakan kegiatan ini agar fokus, konsentrasi, dan penuh dedikasi melayani para jamaah Kloter 28 dan 30. Jadikan ini sebuah pekerjaan yang serius,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa performa petugas tahun ini akan menjadi rapor krusial di mata pemerintah pusat. “Sukses penyelenggaraan pelayanan haji tahun ini insyaallah menjadi catatan emas untuk pengambilan keputusan Kementerian Haji dan Umrah dalam menyetujui dan merealisasikan Embarkasi Haji Gorontalo (penuh),” imbuhnya.
Mengingat jamaah haji berasal dari berbagai latar belakang usia dan kondisi kesehatan, Gubernur meminta petugas untuk peka terhadap kebutuhan spesifik setiap individu, baik saat pemberangkatan maupun pemulangan.Â
Ada dua poin teknis utama yang menjadi sorotan Gubernur. Pertama, Pelayanan Langsung, yaitu pengawalan jamaah dari titik penerimaan hingga kembali ke kabupaten/kota masing-masing. Kedua, Proses Administrasi, yang mencakup ketepatan proses migrasi, checklist, pemeriksaan X-ray, hingga mobilisasi menuju Bandara Hasanuddin Makassar sebagai titik keberangkatan ke Tanah Suci.
Menutup sambutannya, Gusnar memberikan motivasi kepada seluruh tim lintas instansi agar tetap solid dan menjaga stamina selama musim haji berlangsung.Â
“Saya yakin dan percaya dengan kerja keras ini senantiasa mendapat rida Allah SWT. Kerja keras itu tidak pernah mengkhianati hasil, itu benar baik-baik. Mari kita semakin kokohkan tugas kita tahun ini,” pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas asrama haji dan simulasi alur keberangkatan jamaah untuk memastikan seluruh sarana prasarana dalam kondisi siap pakai. (Putra/Gopos)








