No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Dari Laboratorium ke Sawah: Inovasi Nuklir Hasilkan Padi Unggul di Subang

Hasan by Hasan
Kamis 30 April 2026
in Menyapa Nusantara
0
Panen padi unggul hasil mutasi iradiasi teknologi nuklir BRIN di Subang beberapa waktu lalu menjadi sinyal mulai berkembangnya solusi bagi ancaman krisis pangan. (ANTARA/HO-BRIN)

Panen padi unggul hasil mutasi iradiasi teknologi nuklir BRIN di Subang beberapa waktu lalu menjadi sinyal mulai berkembangnya solusi bagi ancaman krisis pangan. (ANTARA/HO-BRIN)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID – Di tengah ancaman krisis iklim dan tekanan terhadap ketahanan pangan global, hamparan sawah di Subang, Jawa Barat, menunjukkan arah baru. Panen perdana padi unggul hasil pemuliaan berbasis teknologi nuklir menjadi penanda bahwa riset tidak lagi berhenti di laboratorium, tetapi mulai memberi dampak nyata di tingkat petani.

Panen perdana benih penjenis varietas padi unggul yang dikembangkan melalui metode mutasi iradiasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 30 April menjadi titik penting dalam upaya memperkuat sistem pangan nasional. Hasil ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan penelitian, tetapi juga menghadirkan alternatif solusi berbasis sains di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap krisis pangan global.

Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan pemanfaatan teknologi nuklir melalui radiasi sinar gamma kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selama ini, teknologi tersebut kerap diasosiasikan dengan sektor energi atau penelitian laboratorium, namun kini telah berkembang menjadi instrumen konkret dalam meningkatkan produksi pangan.

Melalui pendekatan ini, varietas padi unggul diharapkan mampu membuka peluang peningkatan indeks pertanaman serta hasil panen per hektare. Upaya tersebut berangkat dari prinsip memperkaya keragaman genetik tanaman guna memperbaiki karakter yang selama ini menjadi kendala, seperti tinggi tanaman yang mudah rebah atau masa panen yang relatif panjang.

Teknologi mutasi iradiasi memungkinkan perbaikan sifat tanaman tanpa memasukkan gen asing, sehingga tetap berada dalam koridor yang aman untuk dikonsumsi serta ramah lingkungan. Pendekatan ini menjadi salah satu keunggulan dibandingkan metode rekayasa genetik lainnya yang kerap memicu perdebatan publik.

Di balik hasil panen tersebut, terdapat proses ilmiah yang panjang dan terukur. Teknik pemuliaan mutasi dilakukan dengan memanfaatkan radiasi sinar gamma dari sumber Co-60 yang diberikan pada benih padi dalam dosis tertentu. Perubahan struktur DNA yang dihasilkan kemudian melalui proses seleksi ketat oleh para peneliti untuk memastikan hanya karakter unggul yang dipertahankan.

Baca Juga :  Memahami Lebih Dekat Merdeka Belajar

Proses ini tidak berlangsung singkat. Dibutuhkan ketelitian, waktu, dan konsistensi tinggi agar varietas yang dihasilkan benar-benar adaptif dan produktif di lapangan. Panen perdana di Subang menjadi gambaran awal bahwa hasil riset tersebut mulai menemukan relevansinya dalam praktik pertanian sehari-hari.

Kemurnian Genetik

Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Industri BRIN, Mulyadi Sinung Harjono, menjelaskan kegiatan di Subang difokuskan pada perbanyakan benih penjenis dengan tingkat kemurnian genetik yang sangat tinggi.

Benih penjenis ini memiliki posisi penting dalam sistem perbenihan karena menjadi sumber awal bagi produksi benih dalam skala besar.

Dari benih yang sangat murni inilah akan lahir benih-benih turunan yang mampu memenuhi kebutuhan ribuan hektare sawah di masa mendatang.

Proses menjaga kemurnian tersebut juga tidak sederhana. Salah satu tahap krusial adalah roguing, yakni pembersihan tanaman yang menyimpang dari karakter yang diinginkan.

Tahap ini memastikan bahwa benih yang dihasilkan benar-benar konsisten dan berkualitas. Di sinilah terlihat bahwa sains bukan hanya soal inovasi, tetapi juga soal disiplin dalam menjaga standar.

Hasilnya mulai terlihat pada karakteristik varietas yang dihasilkan. Varietas Sidenuk, misalnya, menawarkan umur panen yang sangat genjah sekitar 103 hari dengan struktur batang yang kokoh dan potensi hasil mencapai 9,1 ton per hektare.

Di tengah kebutuhan untuk mempercepat siklus produksi, varietas ini memberikan peluang bagi petani untuk meningkatkan frekuensi tanam dalam setahun.

Varietas Tropiko menghadirkan keunggulan lain dengan potensi hasil yang lebih tinggi hingga 10,53 ton per hektare, kualitas nasi yang pulen, serta ketahanan terhadap hama wereng cokelat yang selama ini menjadi momok bagi petani.

Sementara itu, varietas Bestari unggul dalam jumlah anakan produktif yang banyak serta toleransi terhadap penyakit hawar daun bakteri, penyakit yang kerap menurunkan produktivitas secara signifikan.

Keunggulan-keunggulan ini menunjukkan bahwa inovasi tidak berhenti pada satu aspek, tetapi menyentuh berbagai titik krusial dalam budidaya padi, mulai dari produktivitas, ketahanan terhadap hama dan penyakit, hingga kualitas hasil.

Baca Juga :  Mendikdasmen: Revitalisasi Sekolah Dorong Ekonomi Lokal

Pertanian Modern

Dalam dunia pertanian modern, pendekatan semacam ini menjadi penting karena tantangan yang dihadapi tidak pernah tunggal.

Namun, inovasi tidak akan berarti jika tidak sampai ke tangan petani. Di sinilah pentingnya hilirisasi, sebuah tahap yang sering menjadi titik lemah dalam ekosistem riset.

BRIN mencoba menjawab tantangan ini melalui kemitraan dengan sektor swasta. Melalui skema lisensi perlindungan varietas tanaman, hasil riset didorong untuk masuk ke dalam sistem industri perbenihan nasional.

Kolaborasi ini menunjukkan keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas riset, tetapi juga oleh kemampuan membangun ekosistem yang memungkinkan hasil riset tersebut berkembang dan digunakan secara luas. Industri perbenihan menjadi jembatan penting yang menghubungkan laboratorium dengan lahan pertanian.

Mulyadi menekankan kemitraan ini menjadi kunci agar riset tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah semata.

Dengan dukungan industri, benih unggul dapat diproduksi dalam jumlah besar dan didistribusikan secara lebih cepat dan efisien. Pada titik ini, sains mulai menunjukkan wajahnya yang paling nyata yakni memberikan solusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, mulai dari perubahan iklim hingga alih fungsi lahan, pendekatan berbasis inovasi seperti ini memberikan harapan baru.

Hal ini tidak semata menawarkan jalan pintas, tetapi menunjukkan bahwa dengan investasi pada ilmu pengetahuan, ketahanan pangan dapat dibangun secara lebih kokoh.

Panen di Subang menjadi pengingat bahwa masa depan pangan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan atau jumlah tenaga kerja, tetapi juga oleh kemampuan mengelola pengetahuan dan teknologi.

Ketika sains, kebijakan, dan industri berjalan seiring, maka upaya menuju kedaulatan pangan tidak lagi menjadi sekadar wacana, melainkan proses yang terus bergerak maju, perlahan namun pasti.(Antara/gopos)

Tags: Menyapa NusantaraPadi Unggul
Previous Post

Soal Polemik Air Bone Bolango, PDAM Kota: Sistem Kami Berbeda dan Berdiri Sendiri

Next Post

Pemkot Kotamobagu Apresiasi Terpilihnya Hamri Mokoagow sebagai Pimpinan GP Ansor Sulut

Related Posts

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. (Foto: Antara/Marco)
Menyapa Nusantara

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI Definitif

Senin 10 Agustus 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menunjukkan data penyaluran bantuan sosial (bansos) triwulan III pada konferensi pers di Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Menteri Sosial mengatakan sebanyak 15,21 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Sembako triwulan II berlanjut ke triwulan III dan penyaluran kepada 1,49 juta KPM ditangguhkan karena teridentifikasi melakukan transaksi judi online. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nym.
Menyapa Nusantara

Jangan Biarkan Si Miskin Jadi Mangsa Bandar Judol

Sabtu 8 Agustus 2026
Menyapa Nusantara

HUT Ke-81 RI Usung Tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

Senin 3 Agustus 2026
Menyapa Nusantara

Menulis di Era AI: Dari kegelisahan ke Kelancaran Gagasan

Jumat 31 Juli 2026
Kawasan Mangrove di wilayah Marisa, Pohuwato
Menyapa Nusantara

Menjadikan Alam sebagai Keunggulan Ekonomi Baru

Selasa 28 Juli 2026
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro. ANTARA/Fath Putra Mulya
Menyapa Nusantara

DPR Ingatkan Gubernur BI Baru Harus Jaga Independensi

Selasa 28 Juli 2026
Next Post
Oplus_131072

Pemkot Kotamobagu Apresiasi Terpilihnya Hamri Mokoagow sebagai Pimpinan GP Ansor Sulut

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Kuasa hukum korban, Rizka Umar diwawancarai gopos.id.

    Owner Kedai Kopi di Gorontalo Diduga Lakukan Pelecehan ke Mantan Karyawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengurus DPD-DPC ABPEDNAS Gorontalo Dilantik: Wujudkan Kolaborasi Daerah dan Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Siswa SMP Tewas Tenggelam di Pantai Muara Kasih Bonepantai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Gorontalo Minta ABPEDNAS Berkolaborasi Bangun Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5.166 Mahasiswa Baru UNG Mulai Langkah Pertama, PKKMB Bekali Kehidupan Kampus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.