No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Memahami Lebih Dekat Merdeka Belajar

Hasan by Hasan
Rabu 18 September 2024
in Menyapa Nusantara
0
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Nunuk Suryani memantau implementasi kebijakan Merdeka Belajar di SDN 03 Kota Bengkulu, di Bengkulu, Jumat. (16/8/2024) (ANTARA/Boyke Ledy Watra)

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Nunuk Suryani memantau implementasi kebijakan Merdeka Belajar di SDN 03 Kota Bengkulu, di Bengkulu, Jumat. (16/8/2024) (ANTARA/Boyke Ledy Watra)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Prinsip Merdeka Belajar adalah menciptakan suasana belajar yang membahagiakan anak didik tanpa terbebani pencapaian nilai atau skor tertentu. Selain itu, sistem pendidikan ini juga mengakomodir karakter sebagai standar penilaian. Dengan model seperti ini Merdeka Belajar didesain sebagai sistem pendidikan yang memberikan ruang kebebasan kepada siswa-siswi untuk berpikir, berkreativitas dan berekspresi, bukannya untuk membuat siswa-siswi tidak perlu belajar lagi.

Meski menggunakan kata “merdeka”, sistem Merdeka Belajar bukan berarti membenarkan siswa untuk belajar semau-maunya, di mana anak didik bebas merdeka apakah mereka mau belajar ataukah tidak.

Merdeka Belajar juga tidak membebaskan anak didik dari ujian. Di dalam Merdeka Belajar juga diterapkan ujian. Ujian Nasional (UN) yang dulu pernah diperdebatkan keras oleh masyarakat sampai sekarang tidak dihapus. Hanya saja nama dan pola pelaksanaannya diubah menjadi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dan tidak lagi menjadi satu-satunya penentu siswa lulus atau tidak.

Dalam pelaksanaannya, sistem ini tidak dilakukan pada akhir jenjang pendidikan melainkan di kelas 5 (SD), 8 (SMP) dan 11 (SMA). Selain itu, pelaksanaan ujian ini diserahkan pada sekolah masing-masing supaya sekolah bisa memiliki keleluasaan dalam menentukan penilaian seperti portofolio, karya tulis atau bentuk penugasan lainnya.

Ada tiga hal penting yang ditekankan dalam ANBK yaitu asesmen kompetensi minimum berupa literasi dan numerasi, survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Berbeda dengan ujian nasional sebelumnya yang hanya menjadikan nilai mata pelajaran sebagai standar kelulusan, ANBK juga mencakup karakter siswa dan habitus belajar sebagai variabel kelulusan.

Supaya bisa mendapatkan hasil maksimal dalam ANBK, siswa jauh-jauh hari diharuskan mempersiapkan diri karena untuk menghadapi ANBK, siswa tidak diperkenankan menggunakan metode “SKS” alias Sistem Kebut Semalam, belajar dikebut hanya di malam sebelum ujian dilaksanakan.

Baca Juga :  Vaksin Mpox di Indonesia Dipastikan Aman

Jadi, tidak perlu kuatir bahwa dengan sistem Merdeka Belajar anak didik akan dibebaskan dari segala bentuk ujian, yang pada akhirnya membuat mereka malas belajar. Dalam Merdeka Belajar ujian nasional itu tetap diadakan oleh pemerintah. Bahkan ujian-ujian lain yang namanya diganti “Penilaian”, seperti Penilaian Tengah Semester, Penilaian Akhir Semester dan sejenisnya juga diadakan.

Kelebihan dan kekurangan

Tidak salah bila kurikulum konservatif bisa mendorong –lebih tepatnya memaksa– siswa untuk belajar, karena kurikulum ini menekankan sistem yang sangat ketat. Kelebihan berikutnya, adanya standarisasi nasional sehingga siswa dan sekolah harus progresif demi mencapai standar pendidikan yang ditetapkan pemerintah. Karena terstandar secara nasional, kelebihan lainnya, kurikulum konservatif mudah dilakukan evaluasi.

Akan tetapi metode konservatif seperti itu mengandung banyak kekurangan. Di antaranya, metode konservatif dalam pendidikan yang dicirikan dengan ketaatan tinggi lebih banyak memberikan “teror” mental kepada anak didik. Pendidikan dinilai hanya menjadi beban bagi para siswa. Alih-alih menyenangkan, sekolah justru menjadi dunia yang menakutkan dan membosankan bagi anak didik. Masalah ini yang dulu dikritik keras oleh masyarakat.

Kekurangan lainnya, masih berdasarkan kritik masyarakat, pendidikan konvensional-konservatif hanya mengejar nilai di atas kertas dan cenderung mengabaikan karakter. Dampaknya, banyak siswa yang nilainya di atas kertas bagus tetapi karakternya buruk.

Selain itu, juga tak luput dari kritik masyarakat, karena menekankan standarisasi nasional, metode konservatif cenderung menyamakan potensi-potensi anak didik di berbagai daerah, padahal setiap anak didik ini memiliki potensi, kecenderungan dan kemampuan yang berbeda-beda.

Maka, demi mengakomodir kritik masyarakat soal pendidikan konvensional-konservatif itu, diterapkanlah sistem Merdeka Belajar. Jadi, substansi kebijakan Merdeka Belajar itu sebenarnya juga dibangun berdasarkan masukan dan kritik masyarakat, bukan semata-mata keinginan Kemendikbudristek.

Baca Juga :  Dorong Investasi, Bahlil Pangkas Syarat Investasi EBT

Sebagai sebuah terobosan, Kurikulum Merdeka justru mempunyai keunggulan dibandingkan sistem konvensional-konservatif. Diantara keunggulannya, dijelaskan Ahmad Almarisi dalam jurnal pendidikan Mukadimah (2023), adalah Kurikulum menjadi sederhana namun lebih mendalam sehingga memudahkan dalam proses belajar-mengajar.

Selain itu Kurikulum merdeka lebih fokus pada substansi pengetahuan dan pengembangan peserta didik berdasarkan tahapan dan prosesnya dan pembelajaran lebih bermakna. Proses belajar-mengajar tidak bersifat kuantitatif tetapi lebih bersifat kualitatif di mana selain lebih menekankan penguasaan materi proses belajar juga dilakukan secara menyenangkan; peserta didik merdeka menentukan menu pelajaran yang diminati sesuai bakat dan aspirasinya; guru dapat melaksanakan pengajaran sesuai penilaian terhadap jenjang capaian dan perkembangan peserta didik.

Pastinya Kurikulum Merdeka ini juga mengandung kekurangan. Di antaranya, dari segi implementasinya Kurikulum Merdeka masih kurang matang, sistem pendidikan dan pengajaran yang dirancang belum terealisasi dengan baik, dan kurangnya sumber daya manusia. Tapi, kekurangan ini akan diperbaiki, tentu saja secara gradual. Mustahil membangun sistem pendidikan seketika langsung sempurna.

Sekali lagi, prinsip Merdeka Belajar adalah menciptakan suasana belajar yang membahagiakan anak didik tanpa terbebani pencapaian nilai atau skor tertentu. Selain itu, sistem pendidikan ini juga mengakomodir karakter sebagai standar penilaian. Dengan model seperti ini Merdeka Belajar didesain sebagai sistem pendidikan yang memberikan ruang kebebasan kepada siswa-siswi untuk berpikir, berkreativitas dan berekspresi sesuai minat dan bakatnya, bukannya untuk membuat siswa-siswi tidak perlu belajar lagi.

*) Muhammad Muhibbuddin​​​​​​​, Pegiat Literasi dan Staf Peneliti di Dawuh Guru Yogyakarta

Sumber: Antara

Tags: Derap Nusantara
Previous Post

UNBITA-Universitas Pasudan Bandung Buka Peluang Kolaborasi Implementasi Tridharma Perguruan Tinggi

Next Post

Geliat Wisata Untuk Pertumbuhan Ekonomi di Hiu Paus Botubarani Bone Bolango

Related Posts

Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar (kiri) dan Plt. Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan (kanan) menunjukkan berkas penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Galeri 2 AHC, Jakarta, Selasa (13/10/2026). (ANTARA/Anggah)
Menyapa Nusantara

ANTARA-Perumnas Kolaborasi Perkuat Informasi Hunian

Selasa 13 Oktober 2026
Area Kilang Hijau di Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap, Jawa Tengah. ANTARA/HO-Kilang CIlacap
Menyapa Nusantara

Jelantah Disulap Jadi Bahan Bakar Pesawat

Minggu 11 Oktober 2026
Menyapa Nusantara

Infografik: Biaya Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

Minggu 11 Oktober 2026
Peserta Maganghub Batch II ikuti pengarahan Kementerian Hukum secara daring di Kota Palangka Raya. (ANTARA/Kanwil Kemenkum Kalteng)
Menyapa Nusantara

Magang Usai, Berburu Pekerjaan Dimulai

Sabtu 10 Oktober 2026
Wakil Ketua DPR RI, Dasco Sufmi Ahmad, menandatangani penetapan biaya haji dalam rapat panja BPIH 2027, Rabu (7/10/2026). (Foto: Foto : Mares/Andri/DPRRI)
Menyapa Nusantara

Pelunasan Haji 2027 Turun Jadi Rp23 Juta

Jumat 9 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto menekan sirine sebagai tanda peluncuran ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan 11 proyek industri di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden
Menyapa Nusantara

Prabowo Luncurkan Ekspor Perdana Baterai EV, Total Investasi Proyek IWIP Rp180 T

Kamis 8 Oktober 2026
Next Post
Seorang pelaku usaha perahu saat memberi makan dan berintekrasi dengan Hiu Paus di Perairan Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Bone Bolango, Gorontalo, Selasa (17/9/2024). (Foto Dinas Kominfo Bone Bolango)

Geliat Wisata Untuk Pertumbuhan Ekonomi di Hiu Paus Botubarani Bone Bolango

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Konveyor Batu Bara dan Gedung PLTU Anggrek Dilalap Api

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Masyarakat Kota Gorontalo Minta Kasus Terhadap Walikota Dihentikan Polda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kualitas Udara Gorontalo Memburuk, Warga Diimbau Pakai Masker di Luar Ruangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean BBM Tak Bisa Dijawab Hanya dengan Kalimat “Stok Aman”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kombes Petrus Silalahi Jabat Dirkrimum Polda Gorontalo, Kombes Teddy Rachesna ke Bareskrim 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.