GOPOS.ID, GORONTALO – Karawo Gorontalo didorong untuk menembus pasar global melalui penguatan inovasi warna dan desain yang selaras dengan tren fesyen. Upaya tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertema “Tren Warna Wastra Daerah Menuju Pasar Global dengan Prinsip Keberlanjutan” di Grand Palace Convention Center, Kota Gorontalo, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari gebyar UMKM ini menghadirkan perancang busana asal Bandung Misan Kopaka, Ketua Dekranasda Provinsi Gorontalo Nani Ismail Mokodongan, serta Dewan Pengarah APPMI Isnawati Ilahude. Seminar ini difokuskan pada penguatan daya saing Karawo sebagai produk unggulan daerah di pasar nasional hingga global.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mengatakan kekayaan warna Karawo saat ini sudah cukup kuat, terutama dengan dominasi warna-warna bumi. Namun, ia menilai perlu ada penyesuaian motif agar lebih sesuai dengan selera pasar yang lebih luas.
Ia juga mendorong diversifikasi produk Karawo agar tidak hanya digunakan sebagai pakaian harian, tetapi dikembangkan ke berbagai produk fesyen seperti jaket dan busana modern lainnya.
Selain itu, Sultan menekankan pentingnya kesesuaian desain dengan segmentasi pengguna. Ia menilai beberapa motif belum tepat sasaran, seperti penggunaan motif tertentu yang kurang relevan dengan kelompok usia pengguna.
“Saya berharap semoga dengan dilantiknya pengurus yang baru ini, maka ke depannya semakin bagus model-model yang diciptakan. Perancang-perancang busana juga semakin bervariasi, bukan hanya dari kalangan tua tetapi juga ada dari kalangan Gen Z, sehingga memang lebih mengarah pada mode yang terbaru sesuai dengan zamannya,” ujarnya.
Perancang busana Misan Kopaka menilai Karawo memiliki nilai budaya yang kuat sekaligus potensi ekonomi yang besar. Menurut dia, kunci pengembangan terletak pada kemampuan pelaku usaha dalam menjaga nilai tradisi sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan pasar.
Ia menekankan pentingnya pemilihan warna dan desain yang tepat agar produk Karawo dapat diterima di pasar yang lebih luas.
Pengalamannya menggunakan Karawo dalam koleksi fashion show 2023 menunjukkan bahwa kain tersebut fleksibel untuk diadaptasi ke dalam berbagai bentuk busana modern, termasuk gaun. Karya yang dihasilkan, menurut dia, mendapat respons positif sekaligus meningkatkan nilai jual produk.
Dengan potensi tersebut, Karawo dinilai memiliki daya saing kuat di industri fesyen dan berpeluang menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di pasar global.(Winang/Mg-Gopos)








