GOPOS.ID, GORONTALO – Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo mengukuhkan 41 mahasiswa dalam yudisium periode April 2026 yang berlangsung di Sumber Ria Ballroom, Selasa (7/4/2026). Prosesi ini menjadi penanda akhir masa studi sekaligus awal transisi lulusan menuju dunia profesional dan pengabdian masyarakat.
Mahasiswa yang dikukuhkan terdiri 23 mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, 11 mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris, dan 7 mahasiswa Sendratasik. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor III dan Wakil Rektor IV UNG, pimpinan serta dosen fakultas, hingga orang tua mahasiswa.
Wakil Rektor III UNG, Prof. Dr. Muhammad Amir Arham, M.E., menegaskan pengukuhan dan wisuda bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari fase baru dalam meraih cita-cita. Ia menekankan pentingnya kesiapan lulusan dalam menghadapi transisi dari mahasiswa menjadi sarjana, termasuk meningkatkan kemandirian setelah menempuh pendidikan selama 4 hingga 5 tahun.
Lebih lanjut, Amir Arham, juga menyoroti capaian akademik mahasiswa Fakultas Sastra dan Budaya yang dinilai semakin berkembang. Ia mengungkapkan bahwa para lulusan telah menghasilkan publikasi ilmiah, baik yang telah terbit maupun masih dalam proses. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa lulusan UNG memiliki daya saing yang baik, sekaligus mendorong alumni untuk berkontribusi melalui pengisian tracer study guna mendukung akreditasi dan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas.
Dekan Fakultas Sastra dan Budaya, Nonny Basalama, menyampaikan rasa bangga atas capaian para lulusan. Ia mengucapkan selamat kepada 41 calon wisudawan yang dijadwalkan mengikuti wisuda pada 14 April 2026, serta memberikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga yang telah mendukung proses akademik mahasiswa. Apresiasi khusus juga diberikan kepada sepuluh lulusan terbaik atas prestasi yang diraih.
Dalam kesempatan tersebut pihak fakultas turut menyoroti tantangan dalam mencapai target IKU tahun 2026, khususnya terkait kelulusan tepat waktu bagi angkatan 2022. Oleh karena itu, diperlukan strategi baru serta kolaborasi yang solid antara pimpinan, dosen, mahasiswa, dan orang tua agar target tersebut dapat tercapai secara optimal.(Winang/Mg-Gopos)








