GOPOS.ID, BONE BOLANGO – Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bone Bolango yang disambut langsung oleh Bupati Bone Bolango, Ismet Mile dan jajaran pemerintah, Selasa (10/3/2026).
Kunjungannya tersebut membawa angin segar bagi masyarakat. Selain meninjau langsung kondisi daerah, dia juga turut menyalurkan bantuan pertanian serta meninjau gelaran pasar murah sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan meringankan beban warga.
Bupati Ismet Mile menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Bone Bolango. Ia menilai kehadiran utusan khusus presiden menjadi momentum penting karena pemerintah pusat dapat melihat langsung kondisi masyarakat di daerah.
“Hari ini dapat kita katakan sebagai hari yang sangat membahagiakan bagi masyarakat Bone Bolango. Kita mendapatkan kunjungan Utusan Khusus Presiden RI Bidang Ketahanan Pangan yang telah menyalurkan bantuan pertanian serta meninjau gelaran pasar murah yang sumber anggarannya dari pemerintah pusat,”ujar Ismet Mile.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat, khususnya para petani, karena dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga stabilitas kebutuhan pokok jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H dan dinamika ekonomi global.
Sementara itu, Muhamad Mardiono menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah di tengah kondisi dunia yang tidak menentu akibat konflik di berbagai wilayah.
“Kita tahu saat ini kondisi dunia sedang tidak bersahaja karena terjadi peperangan yang tentu berdampak pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,”tegas Mardiono.
Dia menambahkan bahwa Presiden telah melakukan berbagai langkah antisipasi dan mitigasi agar Indonesia tetap kuat menghadapi tantangan global, salah satunya dengan memperkuat sektor pangan nasional.
Mardiono juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 Indonesia telah berhasil untuk tidak lagi melakukan impor beras, sebuah langkah yang dinilai berpihak pada kesejahteraan petani dalam negeri.
“Rakyat harus dimakmurkan dan diberdayakan. Presiden ingin menghadirkan terobosan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kerakyatan. Kita tidak perlu menunggu impor karena tanah kita sangat subur,”ungkapnya.
Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai program untuk mengantisipasi potensi kemarau panjang ke depan, termasuk bantuan pompanisasi guna mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian.
“Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap ketahanan pangan nasional tetap terjaga sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani di daerah. (Indra/Gopos)








