GOPOS.ID, GORONTALO – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Yayasan Bina Taruna Gorontalo menggelar kegiatan Halal Bi Halal, Sabtu (14/2/2026), di Aula Inovasi Universitas Bina Taruna Gorontalo. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi spiritual dan kelembagaan di lingkungan yayasan.
Halal Bi Halal diikuti unsur pimpinan yayasan, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Bina Taruna Gorontalo. Kegiatan berlangsung khidmat dengan rangkaian tausiyah, doa bersama, dan prosesi saling berjabat tangan.
Rektor Universitas Bina Taruna Gorontalo, Ellys Rachman, menegaskan bahwa Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi memiliki makna strategis dalam membangun fondasi moral organisasi sebelum memasuki Ramadan.
“Ramadan harus disambut dengan hati yang bersih, hubungan yang harmonis, dan semangat kolektif yang kuat. Melalui Halal Bi Halal ini, kita menyatukan komitmen untuk memperbaiki diri sekaligus meningkatkan kualitas pengabdian,” ujarnya.
Menurut Ellys, spiritualitas tidak dapat dipisahkan dari tata kelola kelembagaan. Budaya saling memaafkan dan memperbaiki relasi kerja menjadi prasyarat penting dalam menciptakan lingkungan yang profesional, harmonis, dan produktif. Ia menekankan, harmoni internal akan berdampak langsung pada kualitas layanan pendidikan serta pembinaan karakter peserta didik.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Taruna Gorontalo, Sri Nurnaningsih Rachman, mengajak seluruh keluarga besar yayasan meneguhkan komitmen keikhlasan dan tanggung jawab dalam mengemban amanah pendidikan.
“Momentum ini adalah ruang refleksi bersama agar kita memasuki Ramadan dengan niat yang tulus, memperkuat ukhuwah, serta menjaga soliditas sebagai satu keluarga besar Yayasan Bina Taruna Gorontalo,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan bukan sekadar momentum ritual, tetapi sarana pembentukan karakter dan peningkatan etos kerja. Nilai kesabaran, kedisiplinan, dan integritas yang dilatih selama bulan suci diharapkan tercermin dalam budaya kerja sehari-hari di lingkungan yayasan.
Lebih lanjut, Ellys menegaskan pentingnya menginternalisasi nilai-nilai Ramadan dalam sistem kerja dan pelayanan pendidikan.
“Spiritualitas harus tercermin dalam integritas, disiplin, dan kualitas pelayanan. Ramadan adalah momentum memperkuat karakter lembaga agar semakin dipercaya dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Bina Taruna Gorontalo menegaskan komitmennya menjadikan Halal Bi Halal sebagai instrumen penguatan arah kelembagaan dan budaya organisasi berbasis nilai spiritual, sekaligus memperkokoh sinergi antarunit pendidikan dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompetitif. (Rama/Gopos)








