GOPOS.ID, KOTAMOBAGU – Program pemberdayaan masyarakat dinilai akan berjalan efektif jika didukung data penerima yang valid dan tepat sasaran. Hal itu disampaikan Supardi dalam Focus Group Discussion (FGD) kedua yang membahas penyempurnaan sistem penyaluran bantuan, khususnya bagi warga kurang mampu.
Supardi menekankan pentingnya memastikan keterampilan yang diberikan benar-benar menjadi modal peningkatan pendapatan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada akurasi data penerima manfaat.
Di sektor UMKM, Supardi mengingatkan agar proses verifikasi dilakukan secara ketat sehingga bantuan hanya diterima pelaku usaha yang aktif dan layak. Ia menegaskan, bantuan tidak boleh diberikan berdasarkan kedekatan personal, apalagi kepada pihak yang tidak memenuhi kriteria.
“Tujuan utama kita menekan angka kemiskinan. Jika data dan sasaran tidak tepat, program tidak akan efektif,” tegas Supardi.
Menutup penyampaiannya, Supardi berharap FGD tersebut menghasilkan masukan konstruktif untuk memperkuat sistem yang tengah dibangun agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
FGD ini turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Adnan Massinae, pimpinan OPD, narasumber Devita A. Djunaidi, S.Pd., M.Pd., serta para lurah, sangadi, dan perwakilan kelurahan dan desa.








