GOPOS.ID, GORONTALO — Tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melakukan asesmen lapangan di IAIN Sultan Amai Gorontalo, Selasa (2/12/2025). Kegiatan yang berlangsung hingga 3 Desember ini menjadi momentum penting dalam pengawasan, monitoring, evaluasi, sekaligus pembimbingan dan pendampingan terhadap mutu perguruan tinggi.
Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag, menyampaikan bahwa kehadiran asesor bukan sekadar penilaian administratif, melainkan bagian dari amanah moral untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Asesor adalah utusan Tuhan. Mereka datang untuk mengawasi, mengevaluasi, sekaligus membimbing dan mendampingi kami,” ujar Rektor.
Prof. Faisal menegaskan, IAIN Gorontalo tengah memasuki fase penting transformasi kelembagaan. Pada 17 Oktober lalu, Menteri Agama telah menyetujui permohonan izin prakarsa transformasi IAIN Gorontalo dan IAIN Kendari menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).
Transformasi ini akan dibarengi dengan rebranding kelembagaan, termasuk penguatan identitas baru IAIN sebagai Sultan Amai Gorontalo (SMART).
“Akronim SMART sangat pas. Insyaallah bisa menjadi inspirasi bagi kita dalam menciptakan kampus yang unggul, adaptif, dan berdaya saing,” tuturnya.
Dalam visi dan misi yang baru, IAIN menargetkan menjadi institusi unggul dan berdaya saing dalam perspektif keislaman. Karena itu, proses akreditasi kali ini diharapkan memberikan hasil terbaik.
“Semoga proses ini berjalan lancar dan menghasilkan predikat unggul. Insyaallah,” harap Rektor.
Rektor juga melaporkan bahwa kampus telah menyusun dan menerapkan seluruh SOP berbasis 9 kriteria BAN-PT. Sistem tersebut diterapkan dalam tata kelola akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga pelayanan kelembagaan.
Di sisi lain, Ketua tim asesor BAN-PT, Dr. Ahmad Irzal Fardiansyah, menyampaikan bahwa tim hadir untuk memotret capaian mutu sekaligus memberikan masukan konstruktif.
“Poin pentingnya, kami hadir mewakili BAN-PT untuk melihat bagaimana proses yang telah dijalankan oleh IAIN Gorontalo,” ujarnya.
Tim asesor akan melakukan identifikasi dan pendataan terhadap berbagai aspek penting, termasuk standar mutu, implementasi SOP, hingga konsistensi dokumen pendukung.
“Kami akan mencoba memberikan masukan apabila ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Semoga pelaksanaan asesmen ini berjalan dengan baik,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Irzal yang juga didampingi oleh tiga asesor yaitu: Dr. Eka Ananta Sidharta CA, CSRF, CFrA, Dr. Drs. Najahan Musyafak. MA dan Prof. Siti Aisyah. MA., Ph,D. menegaskan bahwa asesmen tidak hanya berorientasi pada penilaian, tetapi juga memperkuat budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi.
Rektor IAIN mengaku optimis, melihat kesiapan kelembagaan dan peluang transformasi menuju UIN ke depan. Rektor menegaskan, akreditasi menjadi pijakan penting bagi kampus dalam memperkuat reputasi di tingkat nasional.
“Hasil dari akreditasi ini semoga unggul, insyaallah,” pungkasnya. (Rama/Gopos)








