GOPOS.ID, MARISA – Kabupaten Pohuwato ditetapkan sebagai daerah percontohan penanganan penyalahgunaan antibiotik di Provinsi Gorontalo. Penilaian ini diberikan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Gorontalo karena tingkat penyalahgunaan antibiotik di Pohuwato relatif rendah dibanding daerah lain.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan POM Gorontalo, Lintang Purba Jaya, dalam pertemuan dengan Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga di ruang kerja bupati, Selasa (18/11).
Lintang menjelaskan, kunjungan itu sekaligus membahas rencana penerbitan Surat Edaran terkait Antimicrobial Resistance (AMR) atau penyalahgunaan antibiotik. “Ini akan kami perkuat melalui surat edaran tentang pencegahan penyalahgunaan antibiotik. Pohuwato bisa menjadi daerah percontohan karena tingkat penyalahgunaannya relatif rendah,” ujarnya.
Selain isu AMR, Badan POM bersama Pemkab Pohuwato juga mendiskusikan sejumlah program yang akan dijalankan pada 2026, termasuk program MBG. Fokus kerja sama diarahkan pada pengujian dan pengambilan sampel di sekolah-sekolah serta dapur umum untuk memastikan keamanan pangan di lingkungan pendidikan.
Bupati Saipul menyambut baik perhatian dan rencana kerja sama tersebut. “Kami menyambut baik rencana ini, apalagi daerah kami termasuk yang terendah dalam penyalahgunaan antibiotik di provinsi,” katanya.
Terkait program MBG, Saipul menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan hasil terbaik. Namun ia menekankan perlunya dukungan penuh dari seluruh pihak, terutama sektor kesehatan, agar program berjalan maksimal.
“Dukungan dari semua pihak sangat kami harapkan. Semoga rencana baik ini tercapai dan apa yang menjadi harapan kita semua dapat terwujud,” tutupnya.(yusuf/gopos)








