GOPOS.ID, GORONTALO – Di Desa Tonala, Kecamatan Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, kerja keras tak berhenti meski hari mulai gelap.
Di bawah cahaya lampu sorot dan temaram bulan, deru molen dan suara cangkul masih terdengar. Para prajurit TNI Satgas TMMD ke-126 terus menuntaskan pengecoran jalan agar bisa selesai tepat waktu.
Angin malam berembus lembut, membawa aroma tanah basah dan suara jangkrik yang bersahutan. Di tengah suasana lembur itu, muncul sosok sederhana yang kembali menarik perhatian sosok seorang Emak-emak, warga setempat yang dikenal ramah dan selalu membawa kue untuk para prajurit.
Dengan langkah perlahan, ia datang menyusuri jalan setapak sambil membawa nampan berisi kue cucur, onde-onde, dan teh hangat. Sinar lampu dari area kerja memantulkan wajahnya yang teduh.
“Kasihan anak-anak ini, masih kerja sampai malam. Jadi saya bawakan kue, biar mereka tidak lapar,” ucapnya sambil tersenyum tulus.
Para prajurit yang tengah sibuk mengaduk adonan beton berhenti sejenak. Mereka menyambut kedatangan sosok Emak tersebut dengan wajah penuh terima kasih. Tak lama, suasana lembur berubah hangat. Di antara suara tawa ringan dan tegukan teh manis, lelah seolah sirna.
Sertu Amirul, salah satu anggota Satgas TMMD, mengaku momen sederhana itu menjadi penyemangat tersendiri.
“Rasanya beda, Bu. Kalau malam begini, capeknya luar biasa, tapi ketika ada warga yang datang bawa kue, rasanya seperti di rumah sendiri,” ujarnya sambil tersenyum.
Bagi Emak Ramlah, membantu prajurit dengan suguhan sederhana adalah bentuk rasa syukur dan terima kasih.
“Kami dulu susah sekali lewat jalan ini, apalagi kalau hujan. Sekarang mereka bangun sampai malam. Masa saya diam saja?” katanya dengan wajah senyum.
Kue yang disuguhkan bukan sekadar pengganjal lapar, tapi simbol cinta ibu untuk anak-anak bangsa yang tengah mengabdi.
Di bawah gemintang Tonala, antara adukan semen dan debu jalan, tumbuhlah kehangatan yang tak bisa diukur dengan angka semangat manunggal antara TNI dan rakyat.
Dan di antara cahaya lampu sorot yang menerangi jalan baru Tonala, kehangatan sederhana dari tangan seorang ibu menjadi cahaya lain yang tak pernah padam. (Isno/gopos)








