GOPOS.ID, TOLANGOHULA – Salah satu pengecer pupuk bersubsidi di Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo, Cecep Bandera Hadiputra, memastikan pihaknya selalu mematuhi ketentuan pemerintah terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi.
Ia menegaskan, sejak pemerintah mengumumkan penyesuaian harga pada 22 Oktober 2025, pihaknya langsung menyampaikan informasi tersebut kepada para petani agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.
“Begitu ada informasi penyesuaian harga, saya langsung mengumumkannya kepada para petani yang biasa membeli pupuk di kios kami. Tujuannya supaya mereka tahu harga sudah diturunkan dan sesuai dengan ketentuan pemerintah,” ujar Cecep saat di hubungi, Minggu (26/10/2025).
Cecep juga menegaskan, pihaknya tidak menjual pupuk di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah, meskipun terkadang pupuk yang beli dari distributor memiliki harga yang berbeda.
“Saya tidak pernah menjual di atas HET, walaupun harga beli dari distributor sebelumnya lebih tinggi. Kami tetap berkomitmen mengikuti aturan,” tegas Cecep.
Menurutnya, jika ada petani yang merasa membeli pupuk dengan harga tinggi di kiosnya, mereka dipersilakan datang langsung untuk melakukan klarifikasi.
“Kalau memang ada yang merasa beli pupuk lebih mahal, silakan datang langsung ke saya. Saya siap menjelaskan dan menunjukkan bukti transaksi. Kami sangat terbuka karena ingin menjaga kepercayaan petani,” tutur Cecep
Sementara itu, salah satu petani di Desa Polohungo, Kecamatan Tolangohula, Ariyanto Datau, mengakui dirinya sempat membeli pupuk dengan harga di atas HET. Namun, ia tidak menerima nota pembelian pada saat itu.
“Saya memang sempat beli lebih mahal, tapi waktu itu saya tidak mengambil nota. Jadi saya tidak tahu apakah memang harga dari kios atau mungkin dari pihak lain,” tutup Ariyanto.(Yusuf/Gopos)







