GOPOS.ID, TILAMUTA – Kementerian Pertanian (Kementan) RI memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boalemo yang menjadikan sektor perkebunan sebagai salah satu prioritas utama dalam pembangunan daerah.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Dr. Abdul Roni Angkat, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Boalemo, Rabu (1/10/2025).
Dalam kunjungan itu, Abdul Roni menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan sektor perkebunan, yang dinilai memiliki peran strategis terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian nasional.
“Pemerintah pusat saat ini, khususnya Bapak Presiden Prabowo Subianto, telah menetapkan program hilirisasi perkebunan sebagai agenda nasional. Hilirisasi ini akan membawa kita kembali pada kejayaan masa lalu di sektor perkebunan,” ujar Abdul Roni.
Ia menjelaskan, hilirisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan Indonesia. Selain itu, Kementerian Pertanian juga mendorong langkah strategis lain seperti peremajaan tanaman, peningkatan produktivitas, dan perluasan lahan produktif.
Menanggapi laporan Bupati Boalemo tentang potensi lahan kakao seluas 2.000 hektare, Dirjen Abdul Roni meminta agar Dinas Pertanian Boalemo segera mengajukan data Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) ke Kementerian Pertanian agar bisa diakomodasi dalam anggaran tahun 2026.
“Saya berharap sinergi antara program pusat dan daerah ini benar-benar bisa meningkatkan kesejahteraan petani di Boalemo, sesuai harapan Pak Bupati,” tambahnya.
Bupati Boalemo, Rum Pagau, dalam laporannya memaparkan berbagai program prioritas daerah yang telah dijalankan di sektor perkebunan sejak awal tahun 2025. Program tersebut meliputi penyediaan bibit unggul kelapa sawit, kakao, pala, dan durian, untuk meningkatkan produktivitas petani lokal.
“Kenapa perkebunan menjadi program utama? Karena saya yakin bahwa perkebunan mampu mengubah kehidupan para petani. Kita sudah mencoba tanaman musiman seperti jagung dengan anggaran besar, bahkan triliunan rupiah, namun belum berdampak signifikan terhadap kesejahteraan petani,” ungkap Rum
Ia menambahkan, pengembangan komoditas jangka panjang seperti perkebunan akan menjadi strategi efektif, dalam mengurangi angka kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan petani Boalemo.
“Insya Allah, dengan program yang kami canangkan ini, kehidupan para petani di Boalemo bisa berubah menjadi lebih sejahtera,” pungkas Rum.(Yusuf/Gopos)








