GOPOS.ID, GORONTALO – Komando Distrik Militer (Kodim) 1315 Kabupaten Gorontalo kini tengah mematangkan persiapan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 126 yang akan digulirkan dalam waktu dekat ini, di Desa Tonala, Kecamatan Telaga Biru.
Program tersebut dirancang bukan hanya menyentuh aspek infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyuluhan rutin di sekolah-sekolah dan masyarakat.
Komandan Kodim 1315 Kabupaten Gorontalo, Letkol Arh Roma Laksana Yudha, S.A.P, M.Sos., M.Han mengungkapkan, persiapan dilakukan dengan melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat desa, hingga partisipasi masyarakat.
“Kami menyiapkan program ini dengan matang. Ada tahapan survei lapangan, pemetaan kebutuhan warga, hingga diskusi dengan pemerintah setempat. Semua dirancang agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” jelas Dandim 1315 Kabupaten Gorontalo.
Dalam tahap persiapan, sejumlah sasaran pembangunan fisik sudah dipetakan. Beberapa di antaranya adalah perbaikan jalan sepanjang 1143 meter dengan lebar 3 meter.
Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur lainnya juga meliputi renovasi rumah layak huni (mahayani), pembuatan sumber air bersih dan pembuatan MCK.
Lebih lanjut kata Dandim, penanaman pohon untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah bencana dan ketahanan pangan melalui penguatan sektor pertanian lokal menjadi bagian dari program TMMD.
“Jadi persiapannya mencakup pengukuran lahan, penyusunan desain teknis, hingga perencanaan tenaga dan peralatan yang akan dikerahkan,” jelasnya.
Selain fisik, mantan Danyon Arhanud 1/PBC/1 Kostrad itu mengatakan pihaknya juga menyiapkan program penyuluhan rutin seminggu sekali, terutama di sekolah-sekolah. Materi penyuluhan yang sudah dipersiapkan.
Seperti wawasan bela negara untuk menanamkan nasionalisme, bahaya narkoba bagi generasi muda, hukum dan kesadaran masyarakat dan pertanian dan ketahanan pangan sebagai dukungan ekonomi desa.
Tak kalah penting lagi soal penyuluhan kesehatan dan pendidikan untuk meningkatkan kualitas hidup, pemberdayaan UMKM agar masyarakat mandiri secara ekonomi serta lingkungan hidup sebagai upaya menjaga keberlanjutan alam.
“Materi penyuluhan sudah kami siapkan dengan narasumber yang kompeten, mulai dari anggota TNI, aparat kepolisian, tenaga kesehatan, hingga praktisi pendidikan. Harapannya, kegiatan ini benar-benar bermanfaat dan mudah dipahami,” terang Dandim.
Terkait kolaborasi dan gotong royong, alumnus Akademi Militer (Akmil) 2005 ini menekankan bahwa persiapan tidak hanya dilakukan oleh TNI, tetapi juga mengedepankan prinsip kolaborasi dan gotong royong. Masyarakat desa dilibatkan sejak tahap awal, mulai dari musyawarah perencanaan hingga persiapan tenaga kerja.
“Kami ingin program ini menjadi milik bersama. TNI hadir mendampingi, tetapi semangat gotong royong masyarakat adalah kunci keberhasilan,” pungkasnya.
Dengan persiapan yang matang, Kodim 1315 Kabupaten Gorontalo optimistis bahwa program pembangunan terpadu ini akan membawa perubahan positif, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga mental, sosial, dan ekonomi masyarakat. (Isno/gopos)








