No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Jalan Sepi Partai Demokrat

Hasan by Hasan
Sabtu 2 September 2023
in Perspektif
0
0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Hasanuddin Djadin

Akhir Agustus 2023 yang kelam bagi Partai Demokrat. Di penghujung bulan Kemerdekaan RI itu, Partai Demokrat harus menerima kabar tak mengenakkan. Harapan Partai Demokrat agar ketuanya, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, mendampingi bakal calon presiden (bacapres), Anies Baswedan, buyar.

Kabar santer Anies Baswedan akan berpasangan dengan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, mengkonfirmasi kebenaran kabar tersebut. Melalui siaran pers, Riefky memastikan bila Anies akan menggandeng Cak Imin ke Pilpres 2024.

Kubu Partai Demokrat bereaksi atas kabar tersebut. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ikut buka suara.

“Ada lagi komentar ‘ini Demokrat kena prank dari musang berbulu domba’,” kata SBY. (Baca: SBY Sebut Kena Prank Musang Berbulu Domba)

Setali tiang uang. Pengurus dan kader Partai Demokrat di daerah ikut bereaksi. Mereka menurunkan baliho yang menampilkan wajah Anies. Langkah itu sebagai bentuk luapan kekecewaan atas langkah Anies Baswedan yang memilih Muhaimin Iskandar ketimbang AHY.

Kekecewaan para kader partai yang berlambang seperti segitiga mercy ini cukup beralasan. Sebab sejak dimulainya Koalisi Perubahan untuk Persatuan, yang merupakan gabungan NasDem, Demokrat, dan PKS, nama AHY untuk mendampingi Anies Baswedan terus mencuat. Sosok AHY dipandang layak mendampingi Anies sebagai pasangan yang merepresentasikan nasionalis demokrat.

Baca Juga :  KDRT: Sebuah Pengambilan Keputusan

Tersingkirnya AHY sebagai kandidat pendamping Anies Baswedan, membuat Partai Demokrat berada di persimpangan. Pilihan untuk bertahan di Koalisi Perubahan dan Persatuan tentu tak mudah. Luka telah menganga. Partai Demokrat tentu tak mau dianggap sebagai penggembira. Hanya sekadar pelengkap.

Pilihan untuk pindah koalisi ke Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo sangat memungkinkan diambil Partai Demokrat. Pada Pilpres 2019, Demokrat melabuhkan dukungan untuk Prabowo. Sebuah historis yang bisa saja terulang.

Namun ambisi menempatkan AHY di pentas Pilpres lagi-lagi tak mudah. Bahkan tak menjamin bila AHY akan dipilih sebagai Cawpares oleh Prabowo atau Ganjar. Duet Anies dan Muhaimin makin mengurucutkan pertimbangan kewilayahan dan basis massa, dalam pemilihan cawapres. Prabowo maupun Ganjar pastinya tidak akan mengambil pendamping di wilayah ceruk yang sama. Mereka butuh tambahan amunisi untuk memperluas wilayah elektoral. Pertimbangannya antara wilayah atau basis massa, atau bisa jadi kedua-duanya.

Baca Juga :  Alarm Revolusi: Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Saatnya Kita Semua Mengambil Sikap Tegas

Pilihan membangun koalisi sendiri juga memungkinkan. Partai Demokrat bisa saja menggandeng PPP dan PKS. Menjadi poros baru di antara Anies, Prabowo, dan Ganjar. Tetapi upaya menggandeng PPP maupun PKS, merupakan pekerjaan yang benar-benar berat. Apalagi PKS secara terbuka menyatakan tetap akan berada di Koalisi Perubahan untuk Persatuan. Tetap mendukung Anies Baswedan yang nantinya berpasangan dengan Muhaimin Iskandar. Demikian pula PPP yang masih berada di barisan PDIP untuk mendukung Ganjar.

Waktu tersisa 6 bulan lagi. Walaupun bukan yang ideal, masih ada waktu bagi Partai Demokrat. Memilih bertahan (sulit untuk terwujud, red), merapat ke kubu Prabowo atau Ganjar, membentuk koalisi baru, atau meniti jalan sepi kontestasi Pemilu.

Memang ini bukan baru pertama bagi Demokrat yang meniti jalan sepi di tengah hiruk pikuk pencalonan Presiden. Pada Pemilu 2019, Partai Demokrat memilih netral dan tak bergabung ke koalisi Jokowi dan Prabowo. Apakah hal itu akan terulang lagi di Pilpres 2024? Mari kita simak…

Previous Post

Duh, Polwan Polda Gorontalo Ini Dipecat dari Anggota Polri

Next Post

Bolehkah Pria Menggunakan Sabun Wajah Wanita?

Related Posts

Perspektif

Ketika Benteng Pemberantasan Korupsi Ikut Diguncang, Siapa yang Menjaga Kepercayaan Publik?

Sabtu 11 Juli 2026
Perspektif

Evaluasi POLRI: Hentikan Abuse of Power dan Stop Tindakan Represif Oknum Polisi Terhadap Rakyat

Selasa 30 Juni 2026
Irwan Bempah saat menghadiri Penas Petani dan Nelayan Gorontalo
Perspektif

PENAS XVII Gorontalo : Lahirnya Gagasan Besar untuk Pertanian Indonesia

Kamis 25 Juni 2026
Perspektif

Alarm Revolusi: Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Saatnya Kita Semua Mengambil Sikap Tegas

Kamis 11 Juni 2026
Perspektif

Pancasila 1 Juni: Warisi Apinya, Bukan Abunya

Senin 1 Juni 2026
Perspektif

DPC GMNI Jakarta Timur Hadir Membuka Bantuan Hukum untuk Kaum Marhaen dan Kaum Marjinal

Kamis 28 Mei 2026
Next Post
llustrasi cuci muka (Pexels/Ron Lach)

Bolehkah Pria Menggunakan Sabun Wajah Wanita?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Eks Kadis Kominfo Gorontalo Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Command Center 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korupsi Jalan Irigasi di Pinogu Rp3,3 Miliar, Kejari Bone Bolango Tahan Tiga Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eks Kadis Kominfo Datangi Kejati Gorontalo, Penyidikan Korupsi Command Center Terus Bergulir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejati Tahan Tiga Tersangka Korupsi Command Center Diskominfo Gorontalo, Kerugian Capai Rp1,3 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Korupsi Command Center Diskominfo Gorontalo: Pakai Duit APBD Rp5 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.