No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Uji Kompetensi Wartawan Buat Apa?

Hasan by Hasan
Minggu 27 Agustus 2023
in Perspektif
0
Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) oleh Dewan Pers di Provinsi Gorontalo, Jumat-Sabtu (26-28/8/2023).(Dok. PWI)

Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) oleh Dewan Pers di Provinsi Gorontalo, Jumat-Sabtu (26-28/8/2023).(Dok. PWI)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Hasanuddin Djadin

Uji kompetensi wartawan buat apa? Ini kalimat yang sering ditanyakan. Di perbincangan pada berbagai ruang dan tempo yang berbeda. Sejak dideklarasikan pada Hari Pers Nasional (HPN) 2010 di Palembang. Pertanyaan soal manfaat kegiatan yang akrab disebut UKW itu senantiasa muncul.

Tak terkecuali pada Uji Kompetensi Wartawan yang dilaksanakan Dewan Pers di Provinsi Gorontalo, Jumat-Sabtu (25-26/8/2023). Diikuti oleh 40 wartawan dengan dua lembaga uji. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta.

Dari pelaksanaan UKW tersebut, saya ingin meng-highlight tiga hal dalam tulisan yang singkat ini. Yaitu Ketrampilan (skill); Pengetahuan (knowledge); serta Kesadaran (Awarness). Tiga hal ini menjadi benchmark atau alat ukur setiap peserta UKW sesuai jenjang ujian (Muda, Madya, dan Utama). Pengukuran tiga hal ini pula yang menjadi dasar untuk menetapkan seseorang memiliki kompetensi dalam menjalankan tugas dan kerja-kerja kewartawanan.

Mengapa tiga hal ini diukur? Dunia kewartawanan di Indonesia merupakan profesi yang terbuka. Dalam artian pelaksanaan tugas dan kerja-kerja kewartawanan di Tanah Air tidak terbatasi oleh sekolah atau ijazah khusus, termasuk standar pendidikan tertentu. Berbeda dengan dokter yang mengharuskan lulusan Fakultas Kedokteran. Pengacara yang harus memiliki lisensi oleh organisasi advokat, serta profesi lainnya.

Baca Juga :  Halusinasi Masa Depan Industri Digital di Gorontalo

Profesi yang terbuka ini membuat siapa saja bisa menjadi wartawan. Dampak positifnya, profesi wartawan tidak dimonopoli oleh sekolah/pendidikan tertentu. Dampak negatifnya, sulit membedakan wartawan profesional dan non-profesional atau acapkali disebut abal-abal. Karena itu dilakukan UKW untuk melindungi sekaligus memuliakan profesi wartawan.

Setiap wartawan yang mengikuti UKW akan diukur ketrampilannya. Tidak hanya ketrampilan dalam mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi (6M). Ketrampilan lainnya memiliki keterkaitan dengan kerja kewartawanan ikut diuji. Seperti melakukan riset hingga penggunaan alat/perangkat teknologi informasi.

Begitu pula pengetahuan yang dimiliki. Seorang wartawan dituntut mengetahui banyak hal, di samping pengetahuan teori dan prinsip kewartawanan. Baik pengetahuan bersifat umum maupun pengetahuan bersifat khusus. Aspek pengetahuan sangat berkaitan dengan kemampuan seorang wartawan dalam menguji kebenaran setiap informasi yang diterima. Memastikan informasi yang diperoleh untuk kepentingan umum.  Tugas seorang wartawan tidak sekadar memindahkan “mulut” seseorang ke paragraf dalam tulisan, tetapi bagaimana menghadirkan kebenaran bagi banyak orang.

Lalu aspek kesadaran yang menjadi pondasi sekaligus elemen penting bagi setiap wartawan. Meski profesi terbuka, dunia kewartawanan di Indonesia bukanlah alam liar. Kemerdekaan pers tidak berarti bebas sebebas-bebasnya. Ada rambu-rambu (guidelines) dan pembatas (firewall) yang melingkupinya. Yaitu ketentuan hukum berupa regulasi, dan norma moral perilaku atau etika. Regulasi dan etika harus berjalan seiring dalam menjalankan tugas dan kerja-kerja kewartawanan. Keduanya seperti dua sisi mata uang yang berbeda tetapi tidak bisa dipisahkan.

Baca Juga :  JHT, Jaminan Menunggu Tua

“Kerusakan sistem yang terjadi saat ini karena banyak orang tidak melanggar undang-undang, tetapi melanggar etika. Sama halnya dalam dunia kewartawanan. Bisa saja seorang wartawan secara Undang-undang dia tidak melanggar, tetapi secara etika dia melanggar.”. Begitulah penegasan Yusuf M. Said. Penguji PWI saat memberi sambutan pada pembukaan UKW di Provinsi Gorontalo, Jumat (25/8/2023).

Akhir kata bagi teman-teman yang dinyatakan kompeten, bukan berarti proses dan upaya menjadi seorang wartawan profesional telah selesai. Justru sebaliknya. Status kompetensi menjadi tolok ukur bagi seorang wartawan untuk terus mengasah ketrampilan, pengetahuan serta kesadaran terhadap ketaatan atas aturan dan etika.

Dunia kewartawanan tidak berada di belakang perubahan. Dunia kewartawanan senantiasa mengiringi, bahkan pelopor sebuah perubahan. (***)

Tags: Dewan PersGorontaloPWIUKW
Previous Post

Tersangka Penipuan atas Jessica Iskandar Masuk Red Notice Interpol

Next Post

Tim Terpadu Diharap Mampu Menanggulangi Bencana Kekeringan

Related Posts

Funco Tanipu (Founder The Gorontalo Institute)
Perspektif

Mengapa Anak Muda Selalu Kalah dalam Politik Gorontalo?

Rabu 28 Oktober 2026
Perspektif

Pemuda Berkemajuan: Merawat Idealisme, Menggerakkan Perubahan, Mencerahkan Peradaban

Selasa 27 Oktober 2026
Perspektif

Siti Asiyah Sang Pejuang Iman Dari Sungai Nil

Jumat 23 Oktober 2026
Dr. Dolot Alhasni Bakung. SH., MH adalah dosen tetap di lngkungan Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo sejak tahun 2009 dan saat ini menjabat Ketua Pusat Kajian Hukum Argaria Fakultas Hukum UNG. Tulisan ini disarikan dari artikel jurnal penulis tentang tanah yang berjudul “Challenging the State’s Monopoly on Legality over Customary Land in Gorontalo: ‘Land Without a State: Unpacking the Legal Absence of Land in Gorontalo’s Customary Law Communities’.
Perspektif

Adat Dijunjung, Tanah Adat Terlupakan: Gugatan dari Bumi Hulondalo

Senin 19 Oktober 2026
Perspektif

Tidak Membongkar Bangunan Tua, Mengapa Adhan Harus Menanggung Perkara?

Senin 19 Oktober 2026
Perspektif

Bahasa Kekuasaan dan Politik Bencana Karhutla

Jumat 16 Oktober 2026
Next Post

Tim Terpadu Diharap Mampu Menanggulangi Bencana Kekeringan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Kejati Tahan Eks Pj Gubernur Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Santriwati Meninggal Tenggelam, Keluarga Polisikan Pimpinan Ponpes Hubulo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Perintah” Eks Pj Gubernur ke Syukri Botutihe Proyek Video Wall Kini Didalami Kejati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Karyawan PT GM saat Demo Penambang: Dikejar, Barang Berharga Hilang 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masa Aksi Penambang Suwawa Diduga Jarah Gudang Logistik PT GM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.