GOPOS.ID, GORONTALO – Dinamika penyiaran di Gorontalo kian bergerak seiring perkembangan teknologi digital. Di tengah derasnya arus informasi yang masuk hingga ke pelosok desa, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Hj. Yeyen Sidiki, S.H., S.E., M.M., menekankan pentingnya penguatan peran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Gorontalo sebagai penjaga kualitas siaran di daerah.
Menurut Yeyen, penyiaran di Gorontalo tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan penguatan identitas daerah.
“Gorontalo memiliki karakter sosial dan budaya yang kuat. KPID harus memastikan konten yang beredar tetap sejalan dengan nilai-nilai lokal dan tidak merusak moral masyarakat, terutama anak-anak dan remaja,” ujarnya usai menghadiri Pelantikan Anggota KPID Provinsi Gorontalo Periode 2026-2029 oleh Gubernur Gorontalo di Ruang Dulohupa, Kantor Gubernur Gorontalo, Senin (23/2/2026).
Aleg DPRD Provinsi Gorontalo 3 periode ini menekankan pentingnya penguatan konten lokal sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah. Potensi Gorontalo, mulai dari sektor perikanan, pertanian, pariwisata bahari, hingga kearifan adat, dinilai perlu mendapat ruang lebih besar dalam program siaran lembaga penyiaran.
“Konten lokal yang kreatif dan berkualitas akan memperkuat jati diri daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Yeyen.
Yeyen juga menekankan pentingnya literasi media hingga tingkat sekolah dan komunitas. Di era media sosial yang masif, masyarakat perlu dibekali kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terpapar hoaks maupun konten negatif.
“Pendekatan partisipatif harus diperkuat. Libatkan masyarakat Gorontalo dalam pengawasan konten siaran. Dengan begitu, KPID benar-benar hadir sebagai mitra publik,” ujar Srikandi Partai Golkar ini.(adm-02/gopos)








