GOPOS.ID, GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie bakal evaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam waktu dekat ini.
Hal itu disampaikannya seiring sejumlah temuan dalam inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPPG beberapa akhir terakhir, khususnya terkait kualitas makanan dan pengelolaannya yang dinilai belum optimal.
Dalam buka bersama dengan sejumlah media, Idah mengungkapkan bahwa beberapa SPPG masih memiliki keterbatasan dalam pengolahan makanan.
Ia menyebut tidak semua unit memiliki tenaga atau fasilitas yang memadai, seperti pengolahan makanan tambahan, sehingga menu yang disajikan masih terbatas pada makanan utama.
“Ini menjadi catatan penting untuk evaluasi ke depan. Pengawasan harus diperketat agar makanan yang disajikan benar-benar layak dikonsumsi,” ujar Idah, Selasa (17/3/2026) di salah satu cafe, Kota Gorontalo.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi SPPG.
Menurutnya, kerja sama tersebut dapat membantu memastikan ketersediaan makanan yang lebih variatif dan berkualitas, asalkan pemesanan dilakukan jauh hari dan pengelolaan disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat.
Selain itu, hasil sidak juga menemukan bahwa pemahaman tenaga ahli gizi di sejumlah SPPG masih perlu ditingkatkan.
Idah menilai, masih terdapat ketidaksesuaian dalam penyusunan menu, terutama terkait takaran protein yang seharusnya berbeda pada setiap jenjang pendidikan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kebutuhan gizi anak itu berbeda-beda, tidak bisa disamaratakan. Protein anak SMP dan SD tentu takarannya berbeda dan Ini harus menjadi perhatian serius,” katanya.
Meski demikian, Idah mengapresiasi sejumlah SPPG yang dinilai telah berjalan baik dan memenuhi standar pelayanan. Ia memastikan evaluasi menyeluruh akan kembali dilakukan setelah perayaan Lebaran.
Saat ini, tercatat sekitar 170 SPPG di Gorontalo, dengan 68 unit telah beroperasi dan 15 lainnya dalam tahap persiapan.
“Setelah Lebaran, kita akan lakukan evaluasi kembali secara menyeluruh untuk memastikan program ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tutup Idah menegaskan. (Isno/gopos)








