GOPOS.ID, GORONTALO – Skandal video asusila yang diduga melibatkan Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat, PKB dan PAN (DKN) DPRD Kabupaten Gorontalo, berinisial RM alias Rahmat Maku terus bergulir.
Pria yang terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Boliohuto Cs itu kini menunggu sanksi dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB). Hal itu disampailan oleh Ketua DPC PKB Kabupaten Gorontalo, Ade Sera Rahim.
Kepada Gopos.id, Ade mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat internal terkait kasus viral baru-baru ini yang menyeret kadernya. Dalam rapat itu, kata Ade, pihaknya membahas terkait sanksi yang akan dijatuhkan kepada Rahmat Maku.
“Kami sudah rapat dan juga sudah membahas sanksinya,” ungkap Ade, Sabtu (21/2/2026).
Saat ini, hasil rapat tersebut sudah diteruskan ke DPP. Kata Ade, pihaknya tinggal menunggu keputusan DPP terkait sanksi yang nanti akan dijatuhkan kepada Rahmat Maku. Meski demikian, Ade tidak merinci sanksi apa yang telah disepakati oleh DPC dan tinggal menunggu keputusan DPP itu.
“Tunggu saja hasil keputusan DPP,” ungkapnya.
Sementara itu, anggota Fraksi DKN, Hamka Pakaja saat dikonfirmasi mengaku juga sudah melakukan pembahasan terkait kasus yang menimpa rekannya itu. Menurutnya, Fraksi DKN bersepakat untuk menyerahkan perkara ini ke internal partai.
“Kami tidak ingin berkomentar lebih, karena sudah kami serahkan ke partai yang bersangkutan,” ucapnya.
Lebih jauh, Hamka menegaskan bahwa permasalahan ini juga tidak berpengaruh pada kerja-kerja fraksi. Selain itu, fraksi DKN masih tetap solid di tengah permasalahan yang sedang menimpa Rahmat Maku.
“Ini masalah pribadi, tidak ada hubungan dengan kerja-kerja fraksi. Kami masih solid,” ungkap politisi PAN itu.
Sebagai informasi, video berdurasi 10 detik mirip RM alias Rahmat Maku baru-baru ini viral di media sosial. Dalam video itu, Rahmat sedang melakukan panggilan video bersama seorang perempuan tidak dikenal sambil memperagakan hal tak senonoh. (Abin/Gopos)








