GOPOS.ID, GORONTALO – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan, khususnya di sektor pendidikan. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Gorontalo periode 2025–2030, yaitu “Restorasi Kabupaten Gorontalo Berkemajuan dan Berkelanjutan”.
Sofyan menjelaskan, kata “restorasi” bukan sekadar memperbaiki yang rusak, tetapi juga membangkitkan kejayaan masa lalu dengan mengisinya melalui nilai-nilai kemajuan dan prinsip keberlanjutan. Visi tersebut kemudian dijabarkan dalam tiga misi utama, salah satunya adalah mewujudkan reformasi tata kelola pemerintahan yang baik.
“Birokrasi kita harus profesional, akuntabel, dan inovatif. Inovasi menjadi mesin penggerak pelayanan publik, termasuk layanan pendidikan. Tidak bisa lagi kita mengandalkan cara lama yang lambat dan kaku,” ungkap Sofyan.
Pemkab Gorontalo menempatkan sektor pendidikan sebagai fokus inovasi. Pendidikan dinilai sebagai fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia unggul, kompetitif, dan berkarakter.
Menurutnya, inovasi dalam pendidikan memiliki manfaat multi-dimensi, antara lain:
- Peningkatan kualitas dan relevansi pembelajaran, dengan kurikulum yang sesuai konteks lokal dan kebutuhan global.
- Perluasan akses pendidikan berkeadilan, melalui pembelajaran daring terstruktur hingga sekolah jarak jauh untuk menjangkau wilayah terpencil.
- Pengembangan karakter dan kompetensi abad 21, seperti kreativitas, kolaborasi, berpikir kritis, hingga kemampuan problem solving.
- Membangun ekosistem pendidikan berkelanjutan, melalui kolaborasi pemerintah, sekolah, orang tua, masyarakat, serta dunia usaha/industri.
Landasan hukum untuk inovasi juga telah disiapkan, mulai dari PP Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, hingga berbagai regulasi teknis lainnya. Termasuk di dalamnya penguatan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), sistem informasi inovasi, pembinaan, hingga pendanaan.
“Pemerintah pusat sudah membuka peluang yang sangat besar bagi daerah untuk berinovasi. Tugas kita sekarang adalah memanfaatkannya sebaik mungkin,” tambahnya.
Beberapa langkah konkret yang siap dieksplorasi antara lain penerapan metode deep learning, pengenalan mata pelajaran seperti koding dan kecerdasan artifisial (AI), penyesuaian kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, serta penguatan pendidikan karakter.
Melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek), Ia berpesan agar para peserta menyerap ilmu dari narasumber, membangun jaringan diskusi, dan yang terpenting: menerapkan hasil pembelajaran di sekolah masing-masing.
“Ilmu yang tidak diterapkan hanya akan menjadi wacana. Saya berharap lahir rencana aksi dan prototipe inovasi pendidikan yang bisa diuji coba, lalu direplikasi di seluruh Kabupaten Gorontalo,” tegasnya.
Di akhir sambutan, Ia menegaskan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati Tonny Junus akan memberikan dukungan penuh, baik dari sisi kebijakan, pembinaan, maupun alokasi anggaran.
“Kami ingin inovasi-inovasi brilian dari dunia pendidikan Kabupaten Gorontalo benar-benar terwujud dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (Rama/Gopos)








