GOPOS.ID, GORONTALO – Pesantren modern Hubulo kembali mencetak generasi unggul. Hal itu seiring pelaksanaan Haflatul Wada’ atau wisuda santri senior angkatan XXVI Pesantren Hubulo, Ahad (28/4).
Haflatul Wada’ angkatan XXVI diikuti 25 santri/santriwati kelas 6 TMI Pesantren Hubulo. Haflatul Wada’ mengangkat tema membawa kembali cara hidup Islam melalui persoalan-persoalan milenial.
Suasana suka cita bercampur harus mewarnai pelaksanaan prosesi Haflatul Wada’. Hadir dalam kegiatan tersebut Dewan Pimpinan Pesantren Hubulo, Pejabat Kantor Kemenag Bone Bolango, Wakil Pimpinan MAN Insan Cendekia, para orang tua santri serta alumni pesantren Hubulo.
Kepala Pesantren Hubulo Hj.Rachmayanti Monoarfa mengemukakan, semula santri/santriwati angkatan 26 berjumlah 60 orang. Dalam perjalanannya jumlah santri/santriwati yang bertahan dan menyelesaikan proses pembelajaran di Pesantren Hubulo sebanyak 25 orang.
“Tahun lalu kami menamatkan sebanyak 43 santri, tahun ini sebanyak 25 orang. Dan Insya Allah tahun depan sebanyak 45 orang,” ujar Rachmayanti.
“Ini bukan sekadar soal jumlah, tetapi kualitas. Selain itu menjadi kebanggaan tersendiri atas keberhasilan para santri menyelesaikan proses pembelajaran di Pesantren Hubulo ini,” sambung Rachmayanti menambahkan.

Baca juga: Sidang Isbat 1 Ramadan Digelar 5 Mei
Lebih lanjut Rachmayanti Monoarfa menjelaskan, proses pendidikan di Pesantren Hubulo memadukan kecerdasan akademik dan pembangunan karakter berdasarkan nilai-nilai Alquran dan Hadits Rasulullah SAW.
“Kami berharap para lulusan ini menjadi kader-kader yang meneruskan perjuangan pahlawan sebelumnya, terutama dalam syiar agama Islam. Sebab, pendidikan di Pesantren Hubulo tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan akademik saja, tetapi juga diberikan pendidikan akhlaq dan karakter,” tutur Rachmayanti.

Sementara itu Kepala Madrasah Aliyah Hubulo Ikromi,SHI berharap, ilmu yang diajarkan dan diperoleh dapat menjadi bekal bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Lebih lanjut menurut Ikromi, sejak naik ke kelas 6 para santri megikuti kegiatan wajib. Yakni Praktik Pengabdian Masyarakat (PPM) yang berlangsung di Kecamatan Bone Pantai. PPM ini bertujuan mengaplikasikan ilmu untuk membangun dan mencerdaskan kehidupan masyarakat.
“Kedua praktikum mengajar yang merupakan ujian akhir bagi siswa kelas VI TMI Pesantren Hubulo. Selanjutnya ujian semester genap dan praktik, UAMBK, USBNK, hingga ujian mata pelajaran ke-Pesantren-an,” tutur Ikromi.

Baca juga : Ibunda Aa Gym Tutup Usia
Pada Haflatul Wada’ angkatan 26, juara I diraih Muhammad Faturrahman Zakaria. Juara II Ihwan Setiawan Umar. Sedangkan Juara III diraih Tri Zainul Arifin. Selain itu dinobatkan pula santri yang hafal 3 juz yakni Ihwan Setiawan Umar.(adm-02/gopos)