GOPOS.ID, GORONTALO – Jagung Gorontalo masih punya pasar yang besar di luar daerah. Sepanjang Januari hingga September 2026, sebanyak 319.355 ton jagung Gorontalo dikirim ke sejumlah daerah di Indonesia dengan nilai transaksi mencapai Rp2,714 triliun.
Angka tersebut menunjukkan besarnya perputaran ekonomi komoditas jagung. Namun, di balik pasar yang terbuka lebar itu, ada pekerjaan rumah yang perlu diperhatikan, yakni memastikan petani tetap bisa menanam setelah melewati musim kemarau.
Hal itu menjadi perhatian Ketua Asosiasi Perhimpunan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia (Pejagindo) Perwakilan Gorontalo, Jasin Mohammad. Saat menghadiri pers rilis Berita Resmi Statistik Provinsi Gorontalo, Kamis (1/10/2026), Jasin menyoroti kebutuhan petani untuk kembali melakukan penanaman.
Jasin menekankan, besarnya perdagangan jagung harus dibarengi dengan keberlanjutan produksi di tingkat petani. Sebab, pasar yang besar tetap membutuhkan pasokan yang cukup.
“Data perdagangan Januari hingga September 2026 menunjukkan jagung Gorontalo dikirim ke tujuh daerah tujuan. Jakarta menjadi pasar terbesar dengan volume 240.822 ton. Berikutnya Padang 25.534 ton, Surabaya 20.300 ton, Banjarmasin 16.343 ton, Makassar 7.105 ton, Medan 4.825 ton, dan Cirebon 4.448 ton,” tutur Jasin Mohammad.
Bagi Jasin Mohammad, sebaran pasar tersebut menjadi peluang yang harus dijaga. Salah satunya dengan memastikan petani tidak kesulitan kembali menanam setelah menghadapi kemarau. Salah satu kebutuhan yang dinilai mendesak adalah benih jagung.
“Selain 46.500 hektare benih jagung yang telah disalurkan oleh Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, kami berharap kepada Bapak Gubernur dan DPRD Provinsi Gorontalo untuk meminta bantuan kepada Bapak Menteri Pertanian menambah bantuan benih jagung pasca kemarau minimal sebanyak 50 ribu hektare,” kata Jasin.
Jasin yang juga Direktur Utama PT Gorontalo Pangan Sejahtera itu menilai tambahan benih dibutuhkan agar petani bisa segera memanfaatkan lahan setelah kondisi kemarau berlalu. Apalagi, potensi lahan jagung di Gorontalo masih cukup besar.
“Potensi pertanaman jagung se-Provinsi Gorontalo seluas 130.000 hektare. Karena itu, bantuan benih tambahan sangat dibutuhkan agar petani dapat memanfaatkan potensi tersebut secara maksimal,” ujarnya.
Jasin mengungkapkan, jika benih tersedia, petani memiliki peluang lebih besar untuk kembali menggarap lahan sesuai kondisi musim dan ketersediaan air. Jasin berharap Pemprov Gorontalo dan DPRD Provinsi Gorontalo dapat membawa kebutuhan tambahan benih tersebut ke pemerintah pusat.
“Usulan bantuan minimal 50.000 hektare perlu disampaikan kepada Menteri Pertanian. Terutama untuk membantu petani kembali melakukan penanaman setelah melewati kondisi kemarau,” kata Jasin Mohammad.(hasan/gopos)







