No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Penggunaan Istilah Asing Dalam Pusaran Covid-19

Mario Nurkamiden (Crisis center covid-19 Universitas Negeri Gorontalo)

Admin by Admin
Minggu 3 Mei 2020
in Perspektif
0
30
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

BAHASA yang tidak komunikatif bisa berdampak pada percepatan penyebaran Covid-19, sebab masyarakat awam yang kurang memahami bahasa dan istilah asing mengalami kebingungan dalam menangkap informasi.

Jika pemerintah ingin menekan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia, maka penggunaan bahasa pada beberapa istilah harus menggunakan bahasa yang komunikatif.

Merujuk yang diungkapkan oleh budayawan Ganjar Kurnia, Rektor ke-10 Universitas Padjajaran, saat ini Indonesia sudah mengalami darurat bahasa.

Tak hanya masyarakat dan instansi swasta, pemerintah, sekolah, dan perguruan tinggi lebih memilih menggunakan istilah asing.

Begitu pula dengan pola pemerintahan saat ini dalam mensosialisasikan pencegahan virus Covid-19.

Berdasarkan informasi Gugus tugas Covid-19, sampai dengan saat ini, Kasus pasien positif virus Corona (COVID-19) di Indonesia (2/4/20), mencapai 10.843 kasus. Sedangkan pasien sembuh Corona berjumlah 1.665 orang dan meninggal 831 orang.

Memang, berita tentang virus corona bergerak begitu cepat. Hampir semua orang ingin terlibat dalam pembicaraan ini.

Di sela-sela komunikasi ini sering terselip, terdengar atau begitu fasih mengucapkan kata-kata atau istilah baru yang kita belum tahu makna yang sebenarnya.

Baca Juga :  CORONA DAN SIKAP BERAGAMA KITA

Namun, dalam aspek sosialisasi terkait penanganan di saat kondisi darurat pandemi seperti sekarang ini, penting untuk pengoptimalan sebuah bahasa sederhana/ringan untuk mentrasfer informasi detail terkait pandemi covid-19.

orang awam yang belum paham dengan istilah ini,harus dimaklumi, Indonesia itu luas, berpenduduk besar dengan berbagai ragam pendidikan dan pengetahuan.berbagai istilah itu bisa berasal dari bahasa Inggris, istilah Bahasa Indonesia tapi jarang terdengar atau istilah bahasa Indonesia tapi arti berbeda dalam konteks Covid-19.

Saya mencatat bahasa atau istilah yang kurang populis di kalangan menegah kebawah, Beberpa akronim yang saya catat yaitu ODP, PDP, ODP, APD dan PSBB.

Belum lagi penggunaan bahasa asing yang sering digunakan seperti Lockdown, Herd imunity, Local transmission, invorted case, suspect, droplet, scrannig,flatten the curve,socil social distancing dan physical Distancing.

Gak semua orang ngerti loh!

Apakah penggunaan bahasa dan istilah “akronim” berpengaruh terhadap penanganan Covid-19 ?

Ya, secara sosiologis, penggunaan bahasa dan istilah asing ini malah menimbulkan kesenjangan yang mendikotomi orang komplek dan orang kampung, lewat pemilihan bahasa atau istilah, pemerintah malah menyasar masyarakat terdidik.

Baca Juga :  Mengenal 'Three Idiots' Gorontalo

Padahal dalam kondisi darurat seperti, penggunaan kata dan kalimat yang komunikatif sangat penting untuk bersosialisasi.

Penggunaan ‘Eufeminisme’ penghalusan kata beresiko membawa kesalapahaman atau bahkan mengurangi pemahaman.

Jangan jangan, penyebaran covid-19 bisa jadi dipercepat karena ketidakpahaman terhadap istilah-istilah tersebut sehingga mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Dalam kondisi seperti, pemerintah seharusnya mengubah polarisasi dalam rangka mengampanyekan penyebaran Covid-19.

Kemudian langkah yang harus di tempuh adalah?

Bahasa yang baik adalah bahasa yang sesuai dengan situasi. Dalam case ini, seharusnya pemerintah menjadikan momentum ini sebagai panggung titik balik,mengangakat sebuah identitas wilayah tersebut, dengan membudayakan bahasa local.

peran/tugas pemerintah, secara kongkrit harus membahasakan berbagai istilah dan singkatan di atas secara lebih mengena di masyarakat, sehingga multiple effect yg timbul adalah kesadaran masyarakat tentang pentingya #dirumahsaja di situasi ini. (*)

Tags: Mario NurkamidenPersepsi
Previous Post

Bupati Malang Lakukan Baksos di Poncokusumo

Next Post

Bapenda Malang Optimistis Capai Target PAD 2020

Related Posts

Nelson Pomalingo
Perspektif

Mengenang Almarhum Rachmat Gobel, Inspirasi, Teladan dan Spirit Perjuangan untuk Gorontalo

Kamis 20 Agustus 2026
Dr. Husin Ali, S.Pd., M.A.P., CPOf.
Antropolog | Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo | Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Gorontalo
Perspektif

KOTA YANG MENCARI ANAK-ANAKNYA

Sabtu 15 Agustus 2026
Funco Tanipu (Founder The Gorontalo Institute)
Perspektif

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Selasa 28 Juli 2026
Perspektif

Ketika Benteng Pemberantasan Korupsi Ikut Diguncang, Siapa yang Menjaga Kepercayaan Publik?

Sabtu 11 Juli 2026
Perspektif

Evaluasi POLRI: Hentikan Abuse of Power dan Stop Tindakan Represif Oknum Polisi Terhadap Rakyat

Selasa 30 Juni 2026
Irwan Bempah saat menghadiri Penas Petani dan Nelayan Gorontalo
Perspektif

PENAS XVII Gorontalo : Lahirnya Gagasan Besar untuk Pertanian Indonesia

Kamis 25 Juni 2026
Next Post

Bapenda Malang Optimistis Capai Target PAD 2020

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Mahasiswi Meninggal di kos-kosan Diduga Punya Riwayat Penyakit Jantung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Flash News: Mayat Perempuan Ditemukan di Kos-Kosan Dulalowo Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Baik Calon Mahasiswa, Desil 1–4 Berpeluang Kuliah dengan KIP di UNBITA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Identitas Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Kos-kosan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Japan.nus-Ehime Siap Alih Teknologi Kelola Limbah dan Persampahan Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.