GOPOS.ID, GORONTALO – Dukungan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berusaha di tengah pandemi covid-19 terus mengalir. Selain datang dari pemerintah, program pemulihan ekonomi untuk pelaku UMKM juga datang dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo.
Saat ini, Pemprov Gorontalo sedang menyiapkan program pemulihan ekonomi bagi para pelaku UMKM. Yaitu Program Stimulus Pemulihan Ekonomi Daerah (SPEDA).
Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki, menjelaskan dalam program stimulus pemulihan ekonomi daerah ini ada beberapa bantuan yang diberikan kepada para pelaku UMKM. Bantuan ini sifatnya tak jauh berbeda dengan yang dikucurkan oleh Pemerintah, yaitu untuk ‘memperpanjang napas” pelaku UMKM.
“Seperti bantuan tunai bagi pelaku usaha ultra mikro yang terkena imbas Covid-19. Saat ini sedang kita rumuskan untuk besaran bantuannya,” ujar Budiyanto Sidiki, pada webinar Komite Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) “Manfaat Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bagi UMKM”, Selasa (17/11/2020).
Mekanisme program stimulus pemulihan ekonomi daerah untuk UMKM sama seperti Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM).
“Bantuan diserahkan langsung ke rekening setiap pelaku UMKM yang berhak dan terkena imbas Covid-19, urai Budiyanto.
Sebelumnya beberapa kebijakan telah digulirkan Pemprov Gorontalo untuk pelaku UMKM agar mampu bertahan di tengah pandemi. Seperti afirmasi penggunaan produk lokal melalui Surat Edaran Gubernur Gorontalo. Memanfaatkan tenaga lokal untuk bantuan sosial (Bansos).
“Kebijakan lainnya adalah mendorong pembelanjaan online dengan memanfaatkan pasar daring lokal,” tutur Budiyanto Sidiki.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili, mengemukakan ada beberapa kiat yang dapat dilakukan oleh para pelaku UMKM menyiasati situasi pandemi. Salah satunya adalah penggunaan teknologi informatika (TI) dalam memasarkan produk yang dihasilkan.
“Perubahan penjualan dari sebelumnya offline menjadi online, menjadi salah satu cara yang efektif bagi pelaku UMKM di tengah situasi pandemi saat ini,” kata Wahyudin Katili.
Menurut Wahyudin Katili, pelaku UMKM bisa memanfaatkan marketplace yang telah disediakan oleh pemerintah. Selain itu bisa pula memanfaatkan platform media sosial (medsos).(putra/gopos)