GOPOS.ID, GORONTALO – Di tengah dinamika politik yang kerap diwarnai perebutan pengaruh dan kekuasaan, Erwin Ismail memilih menempuh jalan yang berbeda.
Bagi Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo itu, kepemimpinan bukanlah sesuatu yang diraih dalam sekejap, melainkan hasil dari proses panjang, pengalaman, dan pengabdian yang terus ditempa.
Sosok yang dikenal tenang itu meyakini bahwa seorang pemimpin lahir dari kemampuan membangun kepercayaan, merawat kebersamaan, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Prinsip itulah yang menjadi benang merah perjalanan politik putra sulung Gubernur Gorontalo tersebut.
Lahir pada 7 Desember 1987, Erwin memilih kembali ke Gorontalo untuk mengabdikan diri di tanah yang membesarkan namanya. Sebelum terjun ke politik, ia lebih dulu menempuh perjalanan akademik yang dimulai dari SDN 46 KS, SMP Negeri 1 Gorontalo, hingga SMA Negeri 1 Gorontalo.
Selepas pendidikan menengah, ia merantau ke Yogyakarta dan menyelesaikan studi di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Semangat belajar itu kemudian berlanjut dengan menempuh pendidikan Magister di Universitas Fajar Makassar sebagai bekal memperkuat kapasitas kepemimpinan sekaligus memperluas perspektif dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Perjalanan profesionalnya juga tidak dibangun secara instan. Erwin pernah mengawali karier di PT Unilever Tbk sebelum dipercaya menjadi Presiden Direktur PT Babul Malik Sejahtera. Dunia usaha memberinya pengalaman mengenai profesionalisme, tata kelola organisasi, kerja sama tim, hingga pengambilan keputusan yang terukur.
Namun, baginya, ruang pengabdian tidak berhenti di sektor bisnis. Politik menjadi jalan berikutnya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam lingkup yang lebih luas.
<span;>Kepercayaan masyarakat mengantarkannya menjadi Anggota DPRD Provinsi Gorontalo periode 2019–2024.
Pada Pemilu berikutnya, ia kembali memperoleh mandat untuk periode 2024–2029, sebuah keberlanjutan yang mencerminkan konsistensi pengabdiannya kepada masyarakat Gorontalo.
<span;>Di internal Partai Demokrat, perjalanan Erwinsyah juga ditempuh melalui proses kaderisasi.
Sebelum dipercaya memimpin DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo periode 2022–2026, ia lebih dahulu mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPD. Pengalaman itu menjadi fondasi dalam membangun kepemimpinan yang menekankan soliditas organisasi dan penguatan struktur partai hingga ke tingkat akar rumput.
Aktivitasnya tidak hanya terbatas di dunia politik. Erwin juga aktif di berbagai organisasi, di antaranya Badan Pengurus Daerah HIPMI Gorontalo, Hiswana Migas, hingga dipercaya memimpin Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Gorontalo.
Beragam pengalaman tersebut membentuk keyakinannya bahwa organisasi bukan sekadar tempat menduduki jabatan, tetapi ruang membangun kolaborasi, memperkuat kaderisasi, serta menyiapkan lahirnya pemimpin-pemimpin baru yang mampu menjawab tantangan masa depan.
Selama memimpin Demokrat Gorontalo, pendekatan itu tercermin melalui upaya menjaga kekompakan kader, memperkuat struktur organisasi, dan membangun budaya kerja yang mengedepankan kolaborasi. Di balik kesibukannya sebagai politisi, pengusaha, dan organisatoris, keluarga tetap menjadi pijakan utama.
Bersama sang istri, Rania Riris Ismail, serta dua anak mereka, Erwin mengaku memperoleh dukungan dan kekuatan dalam menjalankan setiap amanah yang dipercayakan kepadanya.
Kini, menjelang Musyawarah Daerah (Musda) ke-V DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo yang akan digelar pada 5 Juli 2026 di Fox Hotel Gorontalo, nama Erwin kembali menjadi perhatian.
Pengalaman di bidang usaha, organisasi, legislatif, dan kepartaian dinilai menjadi modal penting untuk melanjutkan konsolidasi sekaligus memperkuat Partai Demokrat di Gorontalo.
Keseriusan itu dibuktikan dengan pengembalian formulir pendaftaran sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo pada Jumat (3/7/2026), sekaligus menegaskan komitmennya untuk kembali mengikuti kontestasi dalam Musda ke-V.
Usai mengembalikan berkas, Erwinsyah menyatakan siap mengikuti seluruh tahapan yang telah ditetapkan panitia, termasuk proses verifikasi bakal calon yang dijadwalkan berlangsung di Fox Hotel Gorontalo. Bagi Erwinsyah, kepemimpinan bukan sekadar tentang memegang kendali organisasi.
Lebih dari itu, kepemimpinan adalah tentang menghadirkan manfaat, menjaga persatuan, dan memastikan setiap langkah organisasi tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat. Dengan semangat itulah, ia kembali melangkah.
Bukan sekadar untuk mempertahankan jabatan, tetapi meneruskan proses pengabdian yang telah dibangun dari dunia usaha, organisasi, hingga panggung politik demi Partai Demokrat dan Provinsi Gorontalo. (Isno/gopos)







