No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Menembus Rimba, Memutus Rantai: Jejak Sunyi Perang Melawan PETI di Pohuwato

Alexa by Alexa
Rabu 6 Mei 2026
in Gorontalo
0
Penangkapan Alat Berat Excavator saat di amankan di Polres Pohuwato, (Yusuf/Gopos)

Penangkapan Alat Berat Excavator saat di amankan di Polres Pohuwato, (Yusuf/Gopos)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, MARISA – Di ufuk barat Provinsi Gorontalo, tepatnya di Kabupaten Pohuwato, suara deru mesin excavator pernah menjadi irama yang akrab di telinga warga. Siang dan malam, aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) seakan tak pernah benar-benar berhenti. Sungai mengeruh, lahan terkikis, dan hukum seperti berjalan tertatih di tengah derasnya kepentingan.

Namun, sejak 12 Maret 2025, arah angin perlahan berubah.

Adalah AKBP Busroni, S.I.K., M.H., yang datang membawa pendekatan berbeda. Bukan sekadar retorika, melainkan kerja senyap yang terukur. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, ia bersama jajaran Polres Pohuwato menorehkan capaian yang tak bisa diabaikan: 15 unit alat berat diamankan, sejumlah tersangka ditetapkan, dan praktik PETI yang selama ini seolah kebal hukum mulai terseret ke meja hijau.

Enam Hari yang Mengguncang

Puncak dari upaya itu terjadi pada awal Januari 2026. Selama enam hari berturut-turut, dari 5 hingga 10 Januari, operasi besar digelar. Bukan operasi biasa—ini adalah pergerakan cepat, senyap, dan menyasar langsung ke jantung aktivitas tambang ilegal.

Hari demi hari, tim bergerak dari Marisa hingga Dengilo, dari Bulangita hingga Popaya. Mesin-mesin alkon disita, genset diamankan, dan satu per satu excavator yang menjadi “urat nadi” tambang ilegal berhasil dilumpuhkan.

Totalnya mencengangkan. Lima belas unit alat berat, puluhan mesin, serta ratusan perlengkapan tambang diamankan hanya dalam waktu kurang dari sepekan. Sebuah pukulan telak bagi jaringan PETI yang selama ini beroperasi leluasa.

Namun operasi ini bukan sekadar soal angka. Ia adalah pesan tak ada lagi ruang aman bagi aktivitas ilegal.

Baca Juga :  Tumpukan Material di Lokasi PETI Suwawa Ambruk, Akses Menuju Titik Bor 17 Tertutup

Memotong dari Akar

Busroni memahami satu hal penting: PETI bukan hanya soal alat dan lokasi, tapi juga soal ekosistem.

Di balik setiap excavator yang bekerja, ada aliran bahan bakar yang menjaga mesin tetap hidup. Maka, penindakan tak berhenti di lokasi tambang. Jaringan distribusi BBM ilegal pun diburu.

Dalam dua bulan pertama 2026, empat perkara penyalahgunaan solar berhasil diungkap. Ratusan jerigen diamankan. Ribuan liter bahan bakar yang seharusnya tidak pernah sampai ke tangan penambang liar, kini menjadi barang bukti.

Langkah ini ibarat memutus suplai oksigen. Tanpa BBM, mesin berhenti. Tanpa mesin, tambang lumpuh.

Dari Barang Bukti ke Putusan Hakim

Penindakan di lapangan hanyalah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap perkara tidak berhenti di meja penyidik.

Dari sejumlah tersangka yang ditetapkan, beberapa telah menjalani proses persidangan. Vonis penjara dijatuhkan. Ini bukan sekadar hukuman, tetapi sinyal tegas bahwa praktik PETI bukan pelanggaran ringan.

Tak hanya itu, alat berat yang disita juga melalui proses hukum hingga akhirnya dilelang. Negara tak hanya menegakkan hukum, tetapi juga memulihkan kerugian melalui mekanisme yang sah dan transparan.

Medan Berat, Tekad Kuat

Di balik capaian itu, ada cerita yang jarang terlihat.

Lokasi tambang ilegal di Pohuwato bukan tempat yang mudah dijangkau. Jalan tanah, sungai tanpa jembatan, hingga perbukitan licin menjadi bagian dari perjalanan tim di lapangan. Belum lagi jaringan informan yang kerap memberi bocoran kepada pelaku.

Baca Juga :  Kecelakaan Marisa; Kopra Rp 20 Juta Hancur, Sopir Luka di Kepala

Sering kali, petugas tiba saat lokasi sudah kosong—alat masih hangat, tapi pelaku telah menghilang ke dalam hutan.

Namun justru di situlah strategi diuji. Pola operasi diubah, pergerakan dibuat tak terduga, dan kemampuan intelijen terus diasah.

Keterbatasan personel dan sarana tak menjadi alasan untuk berhenti. Sebaliknya, menjadi pemicu untuk bekerja lebih cermat dan efisien.

Dampak yang Terasa Nyata

Perubahan tak hanya tercatat dalam berkas perkara.

Di desa-desa sekitar lokasi tambang, warga mulai merasakan perbedaan. Sungai yang dulu keruh perlahan kembali jernih. Malam yang dulu riuh oleh mesin, kini lebih tenang. Rasa aman yang sempat memudar, perlahan tumbuh kembali.

Bagi masyarakat, ini bukan sekadar operasi penegakan hukum. Ini adalah pemulihan ruang hidup.

Lebih dari Sekadar Penindakan

Keberhasilan ini bukan kebetulan. Ia lahir dari strategi yang terencana: pemetaan wilayah yang detail, operasi yang dinamis, penindakan menyeluruh, serta koordinasi lintas lembaga yang solid.

Apa yang terjadi di Pohuwato menjadi contoh bahwa persoalan PETI—yang sering dianggap terlalu rumit—sebenarnya bisa ditangani, jika ada kemauan, keberanian, dan konsistensi.

Jalan yang Masih Panjang

Meski begitu, pekerjaan belum selesai. Masih ada tersangka yang harus diproses, alat berat yang menunggu kepastian hukum, dan pelaku yang belum tertangkap. Ancaman PETI belum sepenuhnya hilang.

Namun satu hal telah terbukti: perubahan itu mungkin.

Di tengah hutan dan lumpur, di antara mesin yang kini terdiam, ada pesan yang tersisa—bahwa hukum, jika ditegakkan dengan sungguh-sungguh, mampu menembus rimba paling sunyi sekalipun. (Yusuf/Gopos)

Tags: ExcavatorPETIPolres Pohuwato
Previous Post

DPRD Bonebol Pastikan Penyaluran MBG Berjalan Lancar

Next Post

Kemiskinan Jadi Prioritas, Bupati Tekankan Disiplin dan Program Nyata

Related Posts

Proses Isbat Nikah dan Sunatan massal di Polsek Wonosari, Senin (06/07/2026) (Istimewa)
Gorontalo

Polsek Wonosari Fasilitasi Nikah Massal Enam Pasangan hingga Sunatan Gratis

Selasa 7 Juli 2026
Operator kecelakaan di Kawasan Pani Gold Mine, (Istimewa)
Gorontalo

Pani Gold Mine Klarifikasi Insiden Operasional di Area TSF, Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Senin 6 Juli 2026
Gorontalo

Wali Kota Wenny Gaib Dorong Kolaborasi dengan Pengadilan Agama untuk Lindungi Keluarga

Jumat 3 Juli 2026
Gorontalo

Mobil Terios Hilang Kendali, Tabrak Motor dan Mobil di Jalan John Aryo Katili

Jumat 3 Juli 2026
Gorontalo

Zulhas Boyong Artis Nasional ke Pelantikan PAN di Gorontalo

Jumat 3 Juli 2026
Gorontalo

Beli Perlengkapan Sekolah: Timuato Institute-Harry Mimin Homestay Wujudkan Mimpi Anak Gorontalo

Jumat 3 Juli 2026
Next Post
Bupati Boalemo, Rum Pagau, memimpin rapat koordinasi atasi kemiskinan di Kabupaten Boalemo, Rabu (06/05/2026) (Prokopim Boalemo)

Kemiskinan Jadi Prioritas, Bupati Tekankan Disiplin dan Program Nyata

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Spanyol Melaju ke 8 Besar Piala Dunia 2026 Setelah Kalahkan Portugal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arisan Fiktif Marak Lagi, Warga Gorontalo Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Kapolres di Gorontalo Berganti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Gorontalo Copot Lurah yang Abaikan Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pani Gold Mine Klarifikasi Insiden Operasional di Area TSF, Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.