GOPOS.ID GORONTALO – Mahasiswa Fakultas Teknik dan Ilmu Kesehatan (FTKES) Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) mulai merasakan langsung dinamika dunia kerja melalui pelaksanaan Kerja Praktik Tahun Akademik 2026/2027.
Program tersebut diikuti mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Arsitektur, dan Perencanaan Wilayah yang ditempatkan di sejumlah lokasi serta mitra kerja sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembekalan pada 8 September 2026, kemudian dilanjutkan dengan pelepasan mahasiswa pada 9 September 2026.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga menguji penerapannya dalam kondisi nyata di lapangan.
Rektor UNBITA, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., mengatakan Kerja Praktik menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengukur kesiapan kompetensi sebelum benar-benar memasuki dunia profesional.
“Mahasiswa perlu mengalami sendiri bagaimana ilmu yang mereka pelajari digunakan dalam pekerjaan. Di lapangan mereka akan menemukan persoalan, prosedur, standar kerja, dan pola komunikasi yang berbeda dengan suasana pembelajaran di kampus,” ujar Ellys.
Menurutnya, pengalaman tersebut penting karena kompetensi lulusan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teori, tetapi juga kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, bekerja dalam tim, serta menyelesaikan persoalan di lingkungan kerja.
“Ketika berada di lapangan, mahasiswa belajar banyak hal sekaligus. Mereka belajar membaca kondisi, berkomunikasi, mengikuti prosedur, bekerja dalam tim, dan mengambil sikap ketika menghadapi persoalan,” katanya.
Sementara itu, Dekan FTKES UNBITA, Nini A. Kiayi Demak, mengatakan penempatan mahasiswa dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian antara lokasi praktik dan kompetensi program studi.
“Penempatan mahasiswa kami arahkan pada lokasi dan mitra yang relevan dengan bidang keilmuan mereka. Harapannya, mahasiswa tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi benar-benar mendapatkan pengalaman yang dapat memperkuat kompetensi,” jelas Nini.
Ia mendorong mahasiswa agar aktif selama mengikuti Kerja Praktik. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mengamati pekerjaan, tetapi juga bertanya, berdiskusi, mencatat, serta memahami proses kerja yang berlangsung di lapangan.
“Kami ingin mahasiswa menjadikan Kerja Praktik sebagai ruang belajar yang aktif. Mereka perlu bertanya, mengamati, mencatat, berdiskusi, dan memahami pekerjaan yang mereka temui,” ungkapnya.
Bagi FTKES UNBITA, keterlibatan mahasiswa di lingkungan kerja juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara dunia akademik dan dunia profesional.
Pengalaman yang diperoleh mahasiswa di lapangan nantinya dapat dibawa kembali ke lingkungan kampus sebagai bahan refleksi dan pengayaan pembelajaran.
Nini menambahkan, pengalaman tersebut dapat membantu mahasiswa mengetahui kompetensi yang telah mereka kuasai sekaligus mengenali bagian yang masih perlu diperkuat sebelum memasuki dunia kerja secara penuh.
“Pengalaman di lapangan tidak berhenti ketika mahasiswa kembali ke kampus. Apa yang mereka lihat dan alami dapat menjadi bahan untuk memperkaya diskusi akademik,” pungkasnya. (Rama/Gopos)








