GOPOS.ID, GORONTALO – Palang Merah Remaja (PMR) Wira Asy-Syifa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Gorontalo kembali membuka ruang bagi pelajar untuk mengembangkan keterampilan sekaligus mengenal nilai-nilai kemanusiaan melalui Red Cross Action Competition (RCAC) Batch 3, Sabtu (29/8/2026).
Berlangsung di Lapangan MAN 1 Kota Gorontalo, kompetisi yang memasuki tahun ketiga ini mempertemukan delapan sekolah tingkat SMP dan MTs dari berbagai wilayah di Provinsi Gorontalo.
RCAC Batch 3 tidak hanya ditempatkan sebagai agenda perlombaan tahunan, tetapi menjadi strategi PMR Wira Asy-Syifa untuk memperluas pengenalan organisasi kepalangmerahan di kalangan pelajar. Ketua PMR Wira Asy-Syifa MAN 1 Kota Gorontalo, Rizky Maulana Yusuf Biya, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang agar PMR memiliki ruang untuk hadir lebih dekat dengan pelajar, termasuk mereka yang berasal dari sekolah yang belum memiliki organisasi PMR.
“Ini merupakan salah satu program kerja dari PMR Wira Asy-Syifa MAN 1 Kota Gorontalo dan sudah berjalan untuk tahun ketiga,” ujar Rizky.
Konsistensi selama tiga tahun tersebut menunjukkan bahwa RCAC terus dikembangkan sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan aktivitas PMR secara lebih luas.
Rizky mengatakan, PMR ingin menunjukkan bahwa organisasi tersebut juga memiliki aktivitas yang aktif, edukatif, dan relevan dengan kebutuhan pelajar. Karena itu, RCAC tidak hanya menyasar peserta yang sudah memiliki pengalaman dalam organisasi kepalangmerahan, tetapi juga menjadi media untuk mengenalkan PMR kepada siswa SMP dan MTs.
“Tujuan kami ingin memperkenalkan kepada sekolah-sekolah, terutama di Gorontalo, kepada anak-anak SMP dan MTs bahwa PMR juga merupakan organisasi yang aktif dan bisa bermanfaat bagi mereka,” jelasnya.
RCAC Batch 3 menghadirkan enam kategori lomba, yakni Tandu Cepat, Cerdas Cermat, Humanity Reels, PMR Rescue Challenge, Escape Room, dan Drama Musikal. Keragaman kategori membuat peserta berhadapan dengan tantangan yang memadukan pengetahuan, ketangkasan, kreativitas, kemampuan bekerja sama, hingga pemecahan masalah.
Konsep tersebut semakin kuat melalui tema “Hutan Keajaiban” yang menjadi identitas RCAC Batch 3. Rizky menjelaskan tema tersebut tidak semata-mata digunakan untuk membangun suasana kompetisi, tetapi dipadukan dengan pesan kemanusiaan agar peserta dapat melihat nilai kemanusiaan melalui pendekatan yang lebih kreatif dan dekat dengan dunia pelajar.
“Tema Hutan Keajaiban kami satukan dengan arti kemanusiaan. Kami mengambil tema ini karena di dalam Hutan Keajaiban memiliki banyak sekali unsur yang dianggap sebagian orang sebagai sesuatu yang fiksi. Tetapi kami padukan dengan realitas dan nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.
Pilihan konsep tersebut membuat kompetisi tidak berhenti pada kemampuan peserta memenangkan perlombaan. Setiap kategori memberikan pengalaman berbeda yang mendorong peserta menggunakan kemampuan teknis sekaligus kreativitas. Bahkan, Humanity Reels dan Drama Musikal memperlihatkan bagaimana pesan kemanusiaan dapat dikomunikasikan melalui medium yang lebih dekat dengan kebiasaan dan ekspresi generasi muda.
Di balik konsep yang beragam itu, terdapat proses persiapan panjang yang dilakukan oleh panitia. Ketua Panitia RCAC Batch 3, Muhammad Riziq Pidu, mengatakan persiapan telah dimulai sekitar dua bulan sebelum kegiatan, mulai dari penyusunan konsep hingga penentuan tema. Setelah itu, setiap divisi menjalankan tugas masing-masing untuk memastikan kebutuhan teknis kegiatan dapat dipenuhi.
“Untuk kesiapan panitia ini sudah berlangsung dari dua bulan yang lalu, mulai dari mendapatkan konsep dan menentukan tema acara,” ungkap Riziq.
Pembagian kerja tersebut menjadi penting karena RCAC berlangsung dalam rentang waktu yang cukup panjang, yakni mulai pukul 07.00 WITA hingga 22.00 WITA. Panitia harus memastikan setiap kategori lomba berjalan sesuai rancangan, sementara peserta berpindah dari satu tantangan ke tantangan lainnya sepanjang hari.
“Setiap divisi memiliki tugas masing-masing. Contohnya divisi logistik yang bertanggung jawab terhadap peralatan-peralatan untuk perlombaan. Divisi-divisi sudah mulai bekerja sekitar satu setengah bulan,” jelas Riziq.
Skala kegiatan yang semakin berkembang juga tidak terlepas dari dukungan MAN 1 Kota Gorontalo. Pendamping Pembina PMR MAN 1 Kota Gorontalo, Fajar Muharam, mengatakan pihak sekolah bersama komite memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan RCAC, baik dari sisi finansial maupun akademis. Koordinasi juga dilakukan agar agenda tersebut tidak mengganggu proses pembelajaran siswa.
“Pihak sekolah dan komite memberikan dukungan penuh, baik secara finansial maupun akademis. Kami juga melakukan koordinasi antara pembina dan wali kelas agar kegiatan besar ini dilaksanakan pada akhir pekan sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran siswa,” tutup Fajar.(kur)






