GOPOS.ID, GORONTALO – Pemerintah Desa maupun keterlibatan tokoh-tokoh di Desa menjadi kunci utama agar penangan stunting bisa sukses dilaksanakan.
Hal itu diungkapkan Penyuluh KB Ahli Utama pada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) H. Nofrijal saat rapat koordinasi percepatan penurunan stunting di Provinsi Gorontalo yang berlangsung di Hotel Dumhill Kota Gorontalo, Senin (21/2/2022).
Menurut mantan Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN itu bahwa setiap kepala desa maupun aparat desa harus memiliki komitmen kuat dalam percepatan terhadap penanganan stunting. Sebab banyak anak-anak penderita stunting di Desa terlambat penanganannya, akibat tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan tidak terinformasi hingga di fasilitas kesehatan.
“Kami ingin agar ada tim pendamping keluarga yang akan bekerja langsung pada keluarga yang rentan atau beresiko. Baik mendeteksi dan mengamati terjadi atau tidak terjadi stunting di tingkat keluarga. Kita harus memulainya dari Desa,” ungka Nofrijal usai kegiatan.
Ketika Desa sudah bergerak, maka selanjutnya di tingkat kecamatan hingga pemerintah kabupaten/kota. Pemerintah harus mampu mematangkan pembahasan serta memberikan porsi anggaran untuk penanganan Stunting.

“Mulai dari Musrenbang (musyawarah Rencana Pembangunan) itu harus dianggarkan anggaran penangan stunting. Kalau ini dilakukan dengan kolaborasi dari desa hingga ke tingkat provinsi. Maka saya yakin Gorontalo akan cepat melaksanakan persoalan stunting. Kita libatkan bidan desa, kader hingga tim penggerak PKK di masing-masing kecamatan,” paparnya.
Menurutnya penurunan angka Stunting juga dapat dilakukan dengan memperkuat percepatan pelayanan, baik intervensi spesifik maupun sensitif dan hal tersebut ada pada tingkat bawah di masing-masing daerah. Sebab berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melalui aplikasi elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat, prevalensi stunting di Gorontalo di tahun 2020 sebesar 11,1 persen atau 5.693 anak dari jumlah yang diukur sebanyak 51.515 anak.
Terakhir dirinya menyampaikan pihaknya sekarang juga memiliki program yang namanya Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dan semua desa mempunyai itu tinggal di koordinasikan oleh PPK dan menerima apapun bentuk sumbangan dari siapapun dan akan dikelola oleh DASHAT itu sendiri.
“Jadi tidak ada orang lagi orang yang tidak terlihat berindikasi stunting karena telah diatasi dengan dapur itu,” pungkasnya. (Putra/Gopos)