GOPOS.ID, KOTAMOBAGU – Komitmen pelayanan yang langsung menyentuh kebutuhan warga kembali ditunjukkan Polres Kotamobagu. Kali ini bukan melalui seremoni, melainkan lewat pembangunan Jembatan MOTABI yang dikebut penyelesaiannya menjelang Ramadhan. Infrastruktur sederhana ini menjadi jawaban atas persoalan lama yang kerap dikeluhkan masyarakat.
Jembatan tersebut berdiri di lokasi yang selama bertahun-tahun dikenal rawan, terutama saat musim hujan. Arus sungai yang deras memaksa pelajar dan warga mempertaruhkan keselamatan demi beraktivitas. Anak-anak harus berjuang menembus aliran air untuk ke sekolah, sementara orang tua diliputi kekhawatiran setiap kali hujan turun.
Melalui program MOTABI—yang dimaknai sebagai semangat kasih sayang—polisi menghadirkan solusi nyata. Pembangunan ini tidak sekadar proyek fisik, tetapi bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan akses dasar masyarakat.
Dengan hadirnya jembatan permanen, pelajar kini dapat menuju sekolah tanpa rasa waswas. Warga pun lebih tenang saat berangkat ke masjid, terlebih di bulan suci ketika aktivitas ibadah meningkat pada malam hari.
Proses pembangunan turut melibatkan personel kepolisian, aparat kelurahan, dan masyarakat sekitar. Kolaborasi tersebut memperlihatkan semangat gotong royong yang kuat, di mana polisi dan warga berdiri bersama menyelesaikan persoalan lingkungan.
Jika rampung sesuai target sebelum Ramadhan, Jembatan MOTABI tak hanya menghubungkan dua sisi sungai. Lebih dari itu, ia menjadi simbol kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat—bahwa pelayanan publik harus nyata, terasa, dan menghadirkan rasa aman yang sesungguhnya. ***








