GOPOS.ID, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember bersiap meluncurkan layanan kesehatan Homecare sebagai upaya mendekatkan pelayanan medis kepada masyarakat yang membutuhkan.
Program ini mengusung konsep jemput bola. Tenaga kesehatan akan mendatangi rumah warga sehingga pelayanan tidak lagi bergantung pada kunjungan ke fasilitas kesehatan.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan Homecare diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan.
“Sasarannya masyarakat kurang mampu, penderita penyakit kronis, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, hingga anak yang mengalami stunting,” ujar Gus Fawait.
Menurutnya, layanan tersebut dirancang agar warga dengan keterbatasan ekonomi maupun mobilitas tetap memperoleh penanganan medis secara optimal dari rumah.
“Masyarakat akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan di rumah, bantuan logistik, sampai layanan Telemedicine Spesialistik tanpa harus keluar rumah,” katanya.
Dukungan terhadap program itu juga datang dari DPRD Jember. Komisi D menilai Homecare menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat.
Mewakili Ketua Komisi D DPRD Jember, Achmad Dhafir Syah menyebut inovasi tersebut dapat menjangkau warga di wilayah terpencil yang selama ini menghadapi kendala memperoleh layanan medis.
“Program Homecare memiliki tujuan yang sangat mulia, yakni memperluas jangkauan layanan kesehatan hingga pelosok desa dan memudahkan masyarakat mendapatkan perawatan,” ucapnya, Sabtu (18/7/2026).
Ia mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang telah menyiapkan armada operasional dan mendistribusikannya ke sejumlah puskesmas sebagai penunjang pelaksanaan program.
Namun, Achmad Dhafir mengingatkan keberhasilan Homecare tidak hanya bergantung pada kendaraan operasional, tetapi juga kesiapan tenaga kesehatan di lapangan.
“Kami mendorong penugasan tenaga kesehatan dilakukan melalui sistem rotasi atau shift yang adil bagi ASN, PPPK penuh waktu, maupun PPPK paruh waktu,” tegasnya.(kur)








