GOPOS.ID, GORONTALO – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Komisi I, Femmy Udoki menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah yang tetap menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan di tahun ini.
Namun, ia mengingatkan agar kualitas dan komposisi makanan yang diberikan kepada penerima manfaat dalam hal ini anak-anak sekolah untuk tetap memperhatikan standar gizi seimbang.
“Saya menyambut baik kebijakan pemerintah yang tetap menjalankan Program MBG selama bulan suci Ramadan. Ini bentuk perhatian kepada masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Hanya saja, saya meminta pihak pengelola SPPG untuk tetap memperhatikan makanan yang diberikan,” kata Femmy kepada wartawan.
Menurut Aleg dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini bahwa menu yang disajikan tidak boleh sekadar praktis, tetapi harus memenuhi unsur gizi yang cukup. Ia menilai pemberian kue seperti yang beredar dalam dokumentasi sebelumnya belum mencerminkan standar gizi seimbang.

“Sebaiknya jangan hanya kue seperti di foto itu. Itu tidak memenuhi gizi seimbang. Kalaupun roti, sebaiknya roti gandum atau roti isi daging agar tetap ada kandungan gizinya,” tegasnya.
Dukungan ini bukan hanya sebatas kritik, namun perempuan yang kini memimpin MD KAHMI Kota Gorontalo itu memberikan sejumlah alternatif menu yang dinilai lebih tepat untuk disajikan selama Ramadan.
Untuk sayuran, ia menyarankan penggunaan ketimun atau jenis sayuran lain yang dapat bertahan hingga waktu berbuka puasa (magrib). Selain itu, menu tambahan seperti tempe goreng dapat menjadi pilihan sumber protein nabati yang bergizi.
“Bisa juga ditambahkan tempe goreng selain buah, telur, dan susu. Yang penting kandungan gizinya tetap terjaga dan sesuai kebutuhan anak-anak,” tambah perempuan bergelar Doktor itu.
Ia berharap pihak pengelola SPPG di Gorontalo dapat melakukan evaluasi dan penyesuaian menu agar program MBG benar-benar memberikan manfaat optimal, khususnya dalam menjaga asupan nutrisi peserta didik selama menjalankan ibadah puasa.
Menurut Femmy, keberlanjutan program ini harus diiringi dengan pengawasan yang baik agar tujuan utama meningkatkan kualitas gizi anak-anak tetap tercapai.
“Apalagi ini sudah menjadi program prioritas dan unggulan Presiden Prabawo,” tandasnya. (adm-01/gopos)








