GOPOS.ID, GORONTALO — Malam itu, langit Desa Tonala tak hanya bertabur bintang. Ia juga memantulkan cahaya dari lampu sorot dan senter yang menembus gelapnya malam.
Di bawah sinar bulan, puluhan warga dan prajurit TNI bahu membahu mencor jalan. Peluh bercampur tawa, kerja keras berpadu doa.
Inilah malam lembur penuh makna dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 1315/Gorontalo.
Pengecoran jalan sepanjang 1.143 meter itu menjadi nadi utama program TMMD kali ini. Target harus dikejar, tapi lebih dari sekadar angka, malam itu menyimpan kisah solidaritas yang tak ternilai.
“Ini bukan sekadar kerja lembur. Kami bekerja di bawah bintang karena semangat warga begitu besar. Mereka rela menukar waktu istirahat dengan kerja bakti. Inilah bukti nyata manunggalnya TNI dan rakyat,” kata Komandan Satgas TMMD, Letkol Arh Roma Laksana Yudha.
Di tengah hiruk-pikuk suara mesin molen dan derap langkah para pekerja, aroma kopi panas menyeruak. Dari dapur darurat di pinggir jalan, ibu-ibu desa menyiapkan minuman dan camilan sederhana penyemangat yang hangat di tengah dingin malam.
Salah satunya Ithen Pakaya (50), warga Tonala yang tak mau ketinggalan membantu. “Jalan ini kami nanti bertahun-tahun. Sekarang sudah di depan mata. Kalau bapak-bapak TNI saja mau lembur, masa kami tinggal tidur?” ujarnya sambil tersenyum.
Cahaya lampu berpadu dengan sinar bulan menciptakan pemandangan yang nyaris magis bayangan prajurit dan warga menari di atas cor basah, menandai babak baru bagi Tonala.
Jalan ini kelak akan membuka akses pertanian, mempersingkat perjalanan anak sekolah, dan memperlancar roda ekonomi desa.
Bagi warga, hasilnya bukan hanya beton yang mengeras, tapi juga ikatan hati yang semakin kuat.
Malam itu, bintang-bintang seolah menjadi saksi bahwa di Tonala, gotong royong masih hidup, dan semangat membangun tak pernah padam meski waktu sudah larut. (Isno/gopos)








