GOPOS.ID, GORONTALO – Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo mendorong percepatan verifikasi data jemaah haji reguler sebagai fondasi penyelenggaraan haji yang lebih tertib, akurat, dan terukur sejak dari dalam negeri.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo, Mansur Basir, menegaskan akurasi data bukan sekadar urusan administrasi, tetapi menjadi dasar penyiapan layanan hingga pengawasan kesehatan jemaah.
“Keberhasilan penyelenggaraan jemaah haji salah satunya melalui verifikasi data yang baik. Dimulai dari akurasi dan presisi data jemaah,” kata Mansur saat memimpin konsolidasi data jemaah haji reguler di Gedung Jabal Uhud, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, digitalisasi yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah memungkinkan proses verifikasi dilakukan lebih awal. Jika sebelumnya kepastian data jemaah cenderung dilakukan mendekati waktu keberangkatan, kini proses tersebut dapat dipercepat sehingga persiapan layanan lebih matang.
“Dulu data kita bisa di-list jemaah haji nanti bulan November. Sekarang sudah lebih bagus, verifikasi sudah bisa jauh hari sebelumnya,” ujarnya.
Mansur meminta pemerintah kabupaten dan kota memperkuat ketelitian dalam verifikasi. Sebab, kualitas data dari daerah akan menentukan kualitas penyelenggaraan pada tahapan berikutnya.
“Kalau dari bawah datanya akurat, sampai di atas sangat bagus. Karena itu, jaga data secara baik,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar proses verifikasi tidak dianggap sepele, terutama untuk mencegah manipulasi data yang dapat digunakan untuk mengakali ketentuan keberangkatan haji.
“Jangan pernah meremehkan verifikasi data. Ini data penting. Ada yang mengakali data agar bisa berhaji berulang-ulang,” katanya.
Mansur meyakini, penyelenggaraan haji yang tertib di dalam negeri akan menjadi modal penting bagi kelancaran pelayanan jemaah hingga Tanah Suci.
“Saya percaya, jika penyelenggaraan dalam negeri bagus dan rapi, sampai ke sana itu bagus,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina dan Layanan Haji dan Umrah, Syafwan Eki, mengatakan data yang telah diverifikasi juga menjadi dasar bagi jajaran kesehatan dalam melakukan pengawasan jemaah haji 2027.
“Setelah data jemaah sudah keluar, teman-teman dinas kesehatan mulai melakukan pengawasan kesehatan pada jemaah haji 2027,” kata Syafwan.
Ia menilai konsolidasi data penting untuk memastikan petugas kesehatan memperoleh data jemaah yang valid sehingga pengawasan dan pembinaan kesehatan dapat dilakukan lebih awal.
“Penting melakukan konsolidasi untuk memverifikasi kembali data jemaah haji. Nanti pada saat pengawasan kesehatan, petugas sudah mendapatkan data jemaah haji,” ujarnya.
Dengan data yang akurat sejak awal, pengawasan kesehatan diharapkan dapat dilakukan lebih dini sehingga potensi persoalan kesehatan jemaah dapat diantisipasi sebelum keberangkatan.
“Harapannya, jemaah haji sudah tidak ada kendala dengan kesehatannya,” pungkas Syafwan. (Firsa/Gopos)








