GOPOS.ID, GORONTALO – Nama Jelki Ladada, atlet Tim Nasional sepak takraw asal Gorontalo, kini tercatat dalam sejarah olahraga nasional. Pada ajang SEA Games Thailand 2025, Jelki sukses mempersembahkan tiga medali bagi Indonesia, sebuah capaian gemilang yang lahir dari perjalanan panjang penuh pengorbanan dan keteguhan hati.
Di balik gemerlap podium dan kibaran Merah Putih, tersimpan kisah perjuangan yang tidak mudah. Jelki mengungkapkan bahwa sebelum tampil di SEA Games, ia harus melewati berbagai keterbatasan, khususnya saat mengikuti seleksi nasional di Bandung. Pada masa itu, ia berangkat dengan biaya pribadi, menggunakan uang tiket sendiri dan menanggung kebutuhan selama sekitar satu pekan di lokasi seleksi.
“Waktu seleksi di Bandung, saya berangkat pakai uang sendiri. Saya tinggal dan berjuang di sana sekitar satu minggu,” ujar Jelki mengenang masa-masa penuh ujian tersebut.
Jelki menuturkan, saat itu sebenarnya terdapat surat dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang ditujukan kepada pemerintah daerah di Gorontalo. Namun dalam prosesnya, surat tersebut didisposisi melalui Dispora ke Pengprov PSTI Gorontalo (Persatuan Sepak Takraw Indonesia). Ia memahami bahwa dalam pelaksanaannya terdapat keterbatasan atau kekurangan anggaran yang membuat dukungan belum bisa diberikan secara maksimal.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak memadamkan semangatnya. Dengan tekad kuat dan keyakinan pada kemampuannya, Jelki tetap menjalani seluruh tahapan seleksi secara profesional, hingga akhirnya terpilih memperkuat Tim Nasional Indonesia di SEA Games Thailand 2025.
Perjuangan panjang itu berbuah manis. Di arena internasional, Jelki tampil penuh determinasi dan disiplin, menjadi bagian penting dari tim Indonesia hingga berhasil meraih tiga medali dan mengharumkan nama bangsa, khususnya tanah kelahirannya, Gorontalo.
“Saya berharap semoga pemerintah daerah lebih peka dan memperhatikan semua atlet-atlet yang membawa nama Gorontalo ke panggung internasional,” Ucap Jelki
Capaian Jelki Ladada menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Dengan kerja keras, konsistensi, dan mental juara, ia mampu menjawab semua keraguan dan membuktikan bahwa atlet daerah pun bisa berdiri sejajar di panggung olahraga Asia Tenggara.
Kisah Jelki bukan sekadar tentang medali, melainkan tentang ketangguhan, pengorbanan, dan harapan, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Gorontalo dan Indonesia untuk terus bermimpi dan berjuang meraih prestasi terbaik. (Rama/Gopos)








