No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Cara Masyarakat Lereng Gunung Rinjani Melestarikan Budaya

Hasan by Hasan
Selasa 12 September 2023
in Menyapa Nusantara
0
Tari Tandang Mendet. (foto Antara)

Tari Tandang Mendet. (foto Antara)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Udara dingin mendekap. Jarum jam telah menunjukkan pukul 20.00 WITA. Satu per satu, remaja berusia  belasan tahun berdatangan. Mereka berbekal sarung dan selimut tebal. Langkah mereka di bawah bayang-bayang sinar bulan, menyerupai siluet.

Gemulai api unggun diterpa goyangan angin Gunung Rinjani di kawasan Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, turut menyertai aktivitas mereka. Para pemuda itu melangkahkan kaki menuju halaman Sanggar Aldakmas.

Di halaman beralaskan tanah itu, suara tetabuhan alat musik gendang, gong, terompong, jemprang sampai dan suling, mulai dimainkan. Latihan  Tarian Tandang Mendet pun akan segera dimulai. Latihan untuk menjaga kesenian tradisional masyarakat  di  Desa Sembalun Bumbung, di kaki Gunung Rinjani (3.726 mdpl).

“Ayo kita mulai latihan,” teriak Lizan Haris, Ketua Divisi Tari Sanggar Aldakmas.

Para remaja itu kontan bangkit setelah beberapa saat mengerubungi api unggun serta berceloteh soal kegiatan satu hari itu. Bahkan terdengar “sesagul” atau canda-candaan mereka. Tapi sarung dan selimut tidak bisa dilepaskan. Maklum saat itu dingin mencapai 10 derajat celcius.

Sebanyak 11 remaja yang bertugas sebagai penari sigap berdiri sembari menyiapkan perlengkapan menari. Gerakan pun dimulai bersamaan bunyi gamelan. Dengan menghunuskan tombak, pedang dan tameng mereka menyeringai. “Yeeeeq…Yarrrrrr,” teriak para penari serempak saat menghentakkan kakinya ke tanah.

Tempo musik pun semakin mengencang serta gerakkan tari pun semakin lincah. Mereka berputar seperti membentuk lingkaran sambil maju mundur menghunuskan tombak, pedang serta tameng yang seolah-olah menangkis dari serangan lawan.

Gerakan tarian yang dibawakan seperti para prajurit yang bertempur menghadapi musuh. Tiba-tiba lima penari berjongkok dengan menghunuskan senjata tajam, lima penari lainnya berdiri tepat di belakangnya, persis seperti menjadi pelindung.

Satu penari lagi menjadi komandan. Dia berputar-putar dan memberi komando kepada pasukannya. “Yeeeeq….Yarrrrrrr,” teriakan itu berulang-ulang.

Aksi para penari itu berlangsung sekitar 20 menit.

Baca Juga :  Variasi Menu Penting untuk Kecukupan Gizi dan Nutrisi Anak

Rasa dingin yang menembus tulang sumsum pun terabaikan. Keringat yang tertahan dan deru nafas menderu-deru dari para penari, terdengar. Akhirnya, mereka bisa beristirahat sejenak di depan api unggun sambil meminum kopi.

Itu menjadi kegiatan rutin setiap hari dari para remaja di kaki Gunung Rinjani, gunung tertinggi di Indonesia yang dahulunya dikenal dengan Samalas. Rutinitas itu tidak lain untuk menjaga dan melestarikan kesenian lokal.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa keterampilan berharga ini terus berlanjut ke generasi mendatang”, kata Deni, Ketua Pokdarwis Sembalun Bumbung.

Mereka sudah memiliki jadwal resmi untuk berlatih, yakni, enam kali dalam seminggu kecuali hari Jumat. Latihan akan berakhir sekitar pukul 22.00 WITA. Para pemuda itu dilatih untuk memainkan gamelan, drama, dan tarian tandang mendet.

Mereka biasa berlatih setelah isya, sedangkan materi latihannya meliputi drama, gamelan, dan yang terpenting Tarian Tandang Mendet itu sendiri.

Pemuda harus diajarkan untuk mengenal budaya lokal, agar mereka tidak kehilangan identitasnya. Di tengah zaman yang mulai terpengaruhi  oleh budaya barat, maka diharapkan generasi muda dapat mempertahankan budaya lokal agar mereka tidak kehilangan identitasnya.

Upacara Ngayu-ayu

Tari Tandang Mendet mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Namun demikian, tarian itu tidak dapat disaksikan setiap waktu karena ditampilkan di waktu tertentu seperti upacara selamatan “Ngayu-ayu”.

Ngayu-ayu merupakan tradisi yang rutin digelar oleh masyarakat adat Sembalun Bumbung sebagai perwujudan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesuburan di bumi kaki Gunung Rinjani.

Prosesi adat tersebut, digelar rutin setiap tiga tahun sekali.  Tarian Tandang Mendet akan muncul pada  prosesi Ngayu-ayu.

Kendati begitu, ada sejumlah pihak berharap  Tarian Tandang Mendet itu menjadi kegiatan reguler, atau kegiatan yang bisa disaksikan oleh para wisatawan yang datang ke Sembalun sehingga akan menambah daya tarik bagi para wisatawan.

Baca Juga :  Merebut Peluang Indonesia Jadi Negara Maju

Artinya, wisatawan bukan hanya sekadar memetik buah stroberi saja atau berswafoto di depan hamparan lahan pertanian bawang putih dan bawang merah yang menyerupai permadani, tapi para wisatawan akan dihibur pula dengan pertunjukan seni tradisional.

Contoh,  kesenian Tarian Kecak yang dipertunjukkan secara reguler di Uluwatu, Bali. Pertunjukan ini membuat wisatawan asing berbondong-bondong menyaksikannya. Apabila pemerintah daerah setempat menyediakan tempat pertunjukan seni dan budaya di Sembalun, maka kunjungan wisatawan ke daerah ini diharapkan juga meningkat.

“Harapannya akan dapat menggerakkan roda perekonomian bagi masyarakat, khususnya di Sembalun Bumbung,” kata Ketua Pokdarwis Sembalun Bumbung, Deni.

Desa Sembalun menjadi sentra destinasi unggulan wisata minat khusus pegunungan. Wisatawan disuguhi bentangan alam khas Indonesia bagian timur dengan pegunungan yang diselimuti oleh padang rumput atau savana. Daerah itu juga menjadi pintu gerbang untuk pendakian Gunung Rinjani yang populer di kalangan para pecinta alam.

Wujud kegembiraan

Penasihat Sanggar Aldakmas Sembalun Bumbung, Mahli menceritakan Tari Tandang Mendet merupakan perwujudan dari ekpresi kegembiraan masyarakat di Sembalun atas keberhasilan menjaga bibit pertanian mereka dari serangan hama dan roh jahat.

Hal itu bisa terlihat dari peralatan tariannya yang menggunakan pedang, tombak, dan tameng disertai dengan riuh rendahnya suara alat musik bernada rancak dan bersemangat.

Tarian Tandang Mendet telah dimainkan secara turun temurun oleh masyarakat Sembalun Bumbung. Berdasarkan cerita dari leluhur, tercipta Tari Tandang Mendet sejak tahun 1428 atau abad 15. Tarian itu dicipta Nek Kertanegara di rumah adat ‘Berugak Reban Bande’.

Kesenian tradisional, khususnya Tari Tandang Mendet, kini tengah menghadapi pertempuran budaya dengan masuknya budaya luar.  Oleh karena itu, perlu upaya serius dan berkelanjutan dari berbagai pihak agar seni budaya tradisional yang ada di Nusantara tetap lestari.(Antara)

 

Tags: Derap Nusantara
Previous Post

Dekab Bone Bolango Kebut Penyelesaian Perda

Next Post

Penempatan Kantor Baru DPRD Bone Bolango Terus Dikawal

Related Posts

Menyapa Nusantara

Memberantas Korupsi, Menjaga Integritas dan Marwah Perguruan Tinggi

Selasa 22 September 2026
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbicara kepada pers setelah pertemuan koordinasi terbatas mengenai percepatan pengembangan bioetanol dengan 44 regent dari berbagai pusat produksi di Jakarta, Senin (21 September 2026). (ANTARA/M. Harianto
Menyapa Nusantara

Pemerintah Siapkan 2 Juta Hektare Lahan untuk Industri Bioetanol

Selasa 22 September 2026
Menyapa Nusantara

Infografik: SPHP Beras Ditambah 1 Juta Ton

Senin 21 September 2026
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan pada puncak resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan yang dihadiri perwakilan negara sahabat, duta besar, tokoh pendidikan, dan ribuan alumni lintas angkatan tersebut digelar untuk memperingati satu abad berdirinya Ponpes Gontor sekaligus menegaskan peran pesantren modern dalam pengembangan pendidikan, keilmuan, dan sumber daya manusia di tingkat nasional maupun internasional. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/YU
Menyapa Nusantara

Prabowo Tegaskan Kemandirian Pangan dan Energi sebagai Kekuatan Bangsa

Sabtu 19 September 2026
Bobibos. (ANTARA/HO-ESDM)
Menyapa Nusantara

Dari Sampah Jadi Bahan Bakar, Inovasi Anak Negeri

Minggu 13 September 2026
Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Rycko Menoza pada kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Evaluasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan Penguatan Kelembagaan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Penyelenggaraan Sistem Statistik Nasional (SSN) di Bandarlampung, Jumat (11/9/2026). (ANTARA/HO)
Menyapa Nusantara

DPR Dorong Perbaikan DTSEN untuk PIP dan KIP

Sabtu 12 September 2026
Next Post
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone Bolango, Halid Tangahu.. (Foto: Putra/Gopos)

Penempatan Kantor Baru DPRD Bone Bolango Terus Dikawal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Kerangka Manusia di Kebun Tebu Paguyaman Berjenis Kelamin Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terduga Pelaku Kematian Guru ASN di Tolinggula Diamankan Tim Resmob Saronde

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Perzinahan Owner Gadai di Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langgar Kode Etik, Satbrimob Polda Gorontalo PTDH Tiga Personelnya 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim Gabungan Amankan 80 Karung Diduga Sianida Asal Filipina di Gorontalo Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.