GOPOS.ID, MARISA – Sejumlah penambang emas mengaku kebingungan menjual hasil tambang mereka setelah sebagian besar toko emas dan pembeli di wilayah Pohuwato tutup beberapa hari terakhir ini.
Kondisi ini membuat para penambang kesulitan mendapatkan uang tunai, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
Salah satu penambang, Yuriko Dai, mengungkapkan keresahannya. Ia mengaku tidak tahu harus mengadu kepada siapa atas situasi yang dihadapinya saat ini.
“Kami bingung pak, harus mengeluh ke siapa. Mata pencaharian kami cuma menambang. Sekarang emas tidak ada yang beli, sementara sebentar lagi sudah mau lebaran, mau bayar zakat fitrah dan beli baju baru untuk anak-anak tidak tahu mau ambil uang dari mana pak,” ujar Yuriko dengan nada sedih, Senin (2/3/2026)
Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung beberapa hari terakhir. Biasanya, hasil tambang bisa langsung dijual ke toko emas atau pembeli yang sudah menjadi langganan. Namun kini, pintu-pintu toko terlihat tertutup dan tidak ada aktivitas transaksi seperti biasanya.
Hal senada disampaikan Kisman Hamid, warga Buntulia Tengah. Ia mengaku sejak pagi berkeliling membawa emas untuk dijual, namun tak satu pun pembeli yang bersedia menerima.
“Sudah dari pagi kami keliling, bawa emas untuk dijual. Tapi tidak ada yang mau beli. Toko pembeli semua tutup pak,” kata Kisman.
Para penambang berharap pemerintah daerah segera turun tangan mencari solusi atas persoalan tersebut.
Mereka khawatir jika kondisi ini terus berlanjut, roda perekonomian masyarakat penambang akan lumpuh, terlebih di momen menjelang Lebaran yang biasanya membutuhkan pengeluaran lebih besar untuk kebutuhan keluarga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab tutupnya sejumlah toko emas maupun langkah yang akan diambil untuk mengatasi keluhan para penambang.(Yusuf/Gopos)







