GOPOS.ID, GORONTALO – Tekanan terhadap lingkungan hidup di wilayah Gorontalo semakin kompleks dan berpotensi berdampak langsung terhadap ketahanan pangan, keselamatan masyarakat hingga kesehatan publik. Oleh karena itu penguatan pengawasan pengelolaan lingkungan, termasuk melalui keterlibatan masyarakat, dinilai menjadi kebutuhan mendesak.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Hj. Yeyen Sidiki, S.H., S.E., M.M, mengatakan, sejumlah persoalan lingkungan hidup seperti pengelolaan sampah dan sanitasi hingga alih fungsi hutan, membutuhkan langkah pengawasan bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Kerusakan lingkungan yang terjadi bukan hanya berdampak pada alam, tetapi juga pada keselamatan masyarakat. Kita melihat banjir, sedimentasi sungai, hingga menurunnya kualitas air bersih di beberapa wilayah,” kata Anggota Komisi I Deprov Gorontalo ini di sela-sela Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi I Deprov Gorontalo terkait permasalahan mendasar mengenai lingkungan hidup, Kamis (12/2/2026).
Yeyen Sidiki menjelaskan, DPRD Gorontalo mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo memperkuat pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan. Pengawasan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
“Peran publik sangat penting untuk melaporkan jika ada aktivitas yang merusak lingkungan. Oleh karena itu pengawasan berbasis masyarakat harus diperkuat,” ujar aleg Deprov Gorontalo tiga periode ini.
Lebih lanjut Srikandi Partai Golkar ini menekankan program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo dalam pengelolaan lingkungan hidup yang difokuskan pada terwujudnya lingkungan yang hijau, rendah emisi dan berkelanjutan. Program prioritas ini sangat terkait erat dengan keterlibatan dan partisipasi masyarakat. Untuk itu Yeyen Sidiki mendorong Pemprov Gorontalo mengembangkan pendekatan ekonomi berbasis keberlanjutan dalam meningkatkan partisipasi publik terhadap pengelolaan lingkungan. Seperti pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta pengembangan desa wisata berbasis konservasi lingkungan.
“Kita ingin pembangunan tetap berjalan, tetapi lingkungan tetap terjaga,” tambahnya.
Di akhir penyampaiannya, Yeyen Sidiki berharap sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat beserta para pemangku kepentingan dapat memperkuat perlindungan lingkungan hidup di Gorontalo. Yeyen menegaskan, perlindungan lingkungan tidak hanya menjaga alam, tetapi juga menjaga kualitas hidup generasi mendatang.(*)








