GOPOS.ID, GORONTALO – Kinerja perekonomian Provinsi Gorontalo terus menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat, ekonomi Gorontalo mengalami pertumbuhan 5,63 persen pada triwulan III 2026 dibandingkan triwulan III 2025 (yoy).
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kategori Pertambangan dan Penggalian. Sektor ini mengalami pertumbuhan mencapai 151,39 persen.
Kepala BPS Provinsi Gorontalo Agus Sudibyo, M.Stat menjelaskan, pertumbuhan terjadi pada sebagian besar lapangan usaha. Pertambangan dan Penggalian merupakan kategori lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi. Selanjutnya diikuti Industri Pengolahan sebesar 32,05 persen, Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 13,65 persen; serta Jasa Lainnya sebesar 9,98 persen.
“Meski begitu, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan, masih menjadi sektor dengan kontribusi terbesar yakni 33,75 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Gorontalo. Disusul perdagangan 14,78 persen, dan konstruksi 11,26 persen. Sementara untuk pertambangan dan penggalian baru menyumbang 4,75 persen terhadap total PDRB Gorontalo,” ungkap Agus Sudibyo.
Lebih lanjut Agus Sudibyo mengemukakan, secara tahunan (Triwulan III 2026 terhadap Triwulan III 2025), lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami kontraksi sebesar 1,60 persen. Hal ini dipengaruhi oleh faktor musim kemarau yang menyebabkan banyak petani menunda atau tidak menanam.
Sementara itu dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Gorontalo ditopang oleh peningkatan ekspor barang dan jasa. Komponen ini tumbuh 30,23 persen secara tahunan dan menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 8,09 poin persentase.
“Selain ekspor, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau komponen investasi tumbuh 6,44 persen. Sementara pengeluaran konsumsi rumah tangga tumbuh 3,84 persen dibandingkan triwulan III-2025,” terang Agus Sudibyo.
Menurut Agus Sudibyo, konsumsi rumah tangga masih menjadi komponen terbesar dalam struktur PDRB menurut pengeluaran, dengan kontribusi mencapai 59,37 persen. Posisi berikutnya ditempati ekspor barang dan jasa sebesar 37,51 persen, PMTB sebesar 28,26 persen, serta konsumsi pemerintah sebesar 14,18 persen.
Meskipun konsumsi rumah tangga masih mendominasi struktur ekonomi, perkembangannya dalam perbandingan triwulanan menunjukkan perlambatan. Pada triwulan III-2026, konsumsi rumah tangga mengalami kontraksi 0,11 persen dibandingkan triwulan II-2026. Situasi ini memiliki korelasi dengan faktor musim yang mempengaruhi produksi pada lapangan usaha pertanian, perikanan, dan kehutanan.(hasan/gopos)








