GOPOS.ID, GORONTALO – Penguatan ekonomi masyarakat pesisir menjadi perhatian dalam reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke M. Camaru, di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, Selasa malam (3/11/2026).
Dalam kegiatan Reses Masa Persidangan Pertama Tahun 2026 tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah kebutuhan yang berkaitan dengan aktivitas perikanan dan pengembangan usaha produktif, khususnya bagi perempuan pelaku UMKM.
Reses ini menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari kebutuhan sarana penunjang nelayan hingga dukungan peralatan usaha kuliner dan kelompok pembuat kue kering.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kota Gorontalo Sucipto Kadir, Camat Hulonthalangi, Lurah Tenda, Kabid Industri Kumperindag Lyla Ramzia Laya, serta Kepala UPTD Dinas Perikanan.
Dalam penyampaian aspirasi, kelompok nelayan mengusulkan bantuan mesin tempel perahu dan motor berpendingin atau cool box.
Sarana tersebut dinilai penting untuk mendukung aktivitas melaut sekaligus menjaga kualitas hasil tangkapan agar tetap baik.
Di sisi lain, perempuan pelaku usaha berharap adanya bantuan peralatan serta dukungan pengembangan usaha kuliner dan kelompok pembuat kue kering agar kegiatan usaha mereka semakin produktif.
Meyke Camaru menjelaskan, dominannya aspirasi di sektor perikanan tidak terlepas dari kondisi geografis Kelurahan Tenda yang berada di kawasan pesisir.
Karakteristik wilayah tersebut membuat sebagian besar masyarakat menggantungkan penghidupan pada sektor kelautan dan perikanan.
“Karena lokasi ini berada di kawasan pesisir, sebagian besar masyarakat yang hadir merupakan nelayan dan pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan. Karena itu, aspirasi yang paling banyak mengemuka berkaitan dengan program penguatan ekonomi nelayan, terutama bantuan mesin tempel dan motor cool box,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.
Meski sektor perikanan menjadi aspirasi utama, Meyke memastikan kebutuhan perempuan pelaku usaha tetap menjadi perhatian. Ia menyebut, adanya perubahan regulasi menyebabkan pemerintah provinsi memiliki keterbatasan dalam memberikan intervensi bantuan kepada pelaku UMKM.
Namun, menurutnya, peluang dukungan masih terbuka melalui program pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM), sehingga aspirasi masyarakat tetap dapat diperjuangkan melalui skema yang sesuai dengan ketentuan.
“Untuk aspirasi masyarakat yang kami tampung hari ini, akan kami perjuangkan agar dapat dimasukkan dalam perencanaan program tahun 2027 maupun perubahan anggaran. Namun, beberapa program penting, termasuk bantuan mesin tempel, sudah masuk dalam program tahun 2027,” jelas Srikandi Golkar.
Meyke menegaskan, pengembangan potensi ekonomi masyarakat pesisir membutuhkan dukungan program pemerintah yang benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, ketersediaan sarana penunjang perikanan dan dukungan terhadap usaha produktif masyarakat merupakan bagian penting dalam mendorong peningkatan aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat kesejahteraan warga.
Ia berharap, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat Kelurahan Tenda melalui reses tersebut dapat ditindaklanjuti dalam proses perencanaan dan penganggaran sesuai kewenangan pemerintah.
Dengan demikian, kebutuhan nelayan terhadap sarana perikanan maupun perempuan pelaku usaha dalam mengembangkan kegiatan ekonomi dapat memperoleh perhatian dan dukungan melalui program pembangunan daerah. (Isno/gopos)








