GOPOS.ID, LIMBOTO – Nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam perumusan kebijakan, pelayanan publik dan pembangunan daerah agar manfaatnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Gorontalo Tonny S Junus ketika membuka Dialog Kebangsaan Tingkat Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 di Kasmat Lahay Convention Center (KLCC), Limboto, Selasa (20/10/2026).
Menurut Tonny, Pancasila tidak cukup dipahami sebagai dasar negara atau dihafalkan sebagai teks konstitusional. Nilai-nilainya perlu diwujudkan dalam perilaku masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan, termasuk dalam memperkuat keadilan sosial dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Pancasila harus menjadi kompas moral sekaligus orientasi etik dalam setiap aspek kehidupan kita. Kelima silanya merupakan satu kesatuan yang utuh, saling menjiwai, dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain,” ujar Tonny.
Ia mengaitkan pengamalan Pancasila dengan agenda restorasi Kabupaten Gorontalo. Menurutnya, restorasi tidak sekadar memperbaiki kondisi fisik atau melakukan perubahan di permukaan, tetapi juga mengevaluasi kebijakan, memperbaiki kekurangan, dan meninggalkan praktik yang tidak lagi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kemajuan sejati bukan hanya tentang seberapa banyak pembangunan yang dapat kita wujudkan, melainkan juga tentang seberapa besar manfaat pembangunan itu dirasakan oleh rakyat,” katanya.
Tonny juga mengajak pendidik, orang tua, tokoh agama, dan tokoh adat berperan dalam menanamkan nilai kebangsaan. Ia menilai keluarga menjadi ruang awal pembentukan karakter, sementara sekolah, lembaga keagamaan, dan lingkungan adat turut berperan dalam memperkuat toleransi, kepedulian sosial, serta persatuan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Tonny berharap dialog kebangsaan menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan, terutama untuk mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan memperkuat nilai kemanusiaan. Ia juga menyoroti perlunya komitmen bersama dalam menghadapi intoleransi, korupsi, diskriminasi, dan penyebaran informasi palsu.
Dialog kebangsaan yang diinisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gorontalo melalui Bidang Ideologi tersebut mengangkat tema “Kontekstualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Ethico-Spiritus Negara Bangsa Indonesia yang Bhinneka untuk Restorasi Kabupaten Gorontalo Berkemajuan dan Berkelanjutan”.
Kegiatan menghadirkan Direktur Pengkajian Materi Pembinaan Ideologi Pancasila Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Prof. Dr. Muhammad Sabri, M.Ag., sebagai narasumber utama. Agenda dilanjutkan dengan pemaparan materi, diskusi panel, dan tanya jawab.
Peserta terdiri atas unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama dan masyarakat, tokoh perempuan, camat se-Kabupaten Gorontalo, serta perwakilan organisasi perempuan dan undangan lainnya.(alexagopos)








