GOPOS.ID, MARISA – Keterbatasan akses transportasi di Dusun Sandalan, Desa Panca Karsa I, Kecamatan Taluditi, kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pohuwato. Putusnya jembatan gantung yang selama ini menjadi jalur penghubung membuat warga terpaksa menggunakan ojek rakit untuk menyeberangi sungai.
Persoalan tersebut disuarakan Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga saat berkoordinasi dengan Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Gorontalo, Jimmy Dunda, di kantor BPJN, Selasa (13/10/2026). Dalam pertemuan itu, Saipul meminta dukungan pemerintah pusat untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang dibutuhkan masyarakat.
Salah satu usulan yang kembali diajukan ialah pembangunan jalan Ayula–Sandalan, yang sebelumnya telah dianggarkan tetapi tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Menurut Saipul, jalan tersebut sangat penting bagi sekitar 150 kepala keluarga yang bermukim di Dusun Sandalan. Keterbatasan akses selama ini menyulitkan warga menuju pusat desa maupun Kecamatan Taluditi, termasuk ketika mengangkut hasil pertanian.
“Usulan ini sebelumnya sudah pernah dianggarkan. Namun, karena adanya efisiensi anggaran, kegiatan tersebut tidak dapat dilanjutkan. Karena itu, kami kembali mengusulkannya agar bisa mendapat perhatian dan direalisasikan ke depan,” ujar Saipul.
Saipul menjelaskan, warga sebelumnya mengandalkan jembatan gantung untuk keluar masuk dusun. Namun, setelah jembatan itu putus, masyarakat harus menyeberangi sungai menggunakan ojek rakit.
Kondisi tersebut semakin berisiko saat musim hujan, ketika arus sungai menjadi deras. Selain menyulitkan mobilitas warga, keterbatasan akses juga menghambat distribusi hasil panen yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
“Kami memahami dan merasakan apa yang dialami masyarakat di Dusun Sandalan. Apalagi saat musim hujan, kondisi sungai yang harus diseberangi menjadi semakin berbahaya karena arusnya deras dan bentangannya cukup luas. Keselamatan warga tentu menjadi hal yang utama,” tegasnya.
Dalam koordinasi tersebut, Saipul juga mengusulkan pembangunan Jembatan Molamahu dan Jembatan Soginti di Kecamatan Paguat melalui program IJD Tahun 2027.
Untuk mendukung rencana itu, Pemkab Pohuwato telah menganggarkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) Jembatan Molamahu melalui APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026. Sementara DED Jembatan Soginti telah dianggarkan sebelumnya.
“Semoga usulan pembangunan jalan dan jembatan itu mendapat perhatian pemerintah pusat, terutama untuk membuka keterisolasian wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses transportasi,” ungkap Saipul
Bagi warga Dusun Sandalan, realisasi pembangunan jalan Ayula–Sandalan bukan sekadar peningkatan infrastruktur, melainkan kebutuhan mendasar agar perjalanan lebih aman dan hasil pertanian dapat diangkut tanpa harus bergantung pada penyeberangan sungai yang berisiko.
“Kami berharap dukungan BPJN dan pemerintah pusat dapat mendorong percepatan pembangunan infrastruktu, sehingga konektivitas antarwilayah dan aktivitas ekonomi masyarakat Pohuwato semakin terbuka,” tutup Saipul.(Yusuf/Gopos)








