GOPOS.ID, BONE BOLANGO – Pembangunan di Kabupaten Bone Bolango mulai ditarik dari kekuatan yang tumbuh di desa.
Hai itu disampaikan Bupati Bone Bolango, Ismet Mile saat membuka Sosialisasi Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan di Kecamatan Kabila Bone, Jumat (2/10/2026), di Naffil Cafe dan Resto.
Bupati Bone Bolango Ismet Mile ingin potensi kawasan perdesaan tidak berhenti sebagai aset lokal, tetapi diolah menjadi pijakan untuk mendorong perubahan ekonomi dan pembangunan daerah secara lebih luas.
Ismet Mile mengatakan pembangunan kawasan perdesaan menjadi salah satu pendekatan yang ingin dikembangkan pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan di 18 kecamatan Bone Bolango.
Kabila Bone pun dipilih sebagai salah satu kawasan awal karena memiliki potensi yang dinilai kuat, terutama sektor pariwisata dengan keberadaan Olele dan sejumlah destinasi lainnya.
“Kita mulai dari kecamatan yang punya potensi,” kata Ismet.
Menurutnya, potensi yang dimiliki suatu wilayah harus menjadi pintu masuk bagi pembangunan yang lebih terarah. Karena itu, pembangunan Kabila Bone tidak cukup hanya melihat masing-masing desa secara terpisah, tetapi perlu dibangun melalui pendekatan kawasan yang menghubungkan berbagai potensi di dalamnya.
Kabila Bone sendiri terdiri atas sembilan desa. Dengan karakter dan potensi yang dimiliki, kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk menguji pendekatan pembangunan yang nantinya bisa dikembangkan di kecamatan lainnya.
“Ini bagaimana Kabila Bone sebagai sebuah kecamatan yang di dalamnya terdapat sembilan desa akan menjadi arah yang hendak kita bangun dalam rangka agar terdapat suatu model bagaimana pendekatan sistem kita lakukan,” ujarnya.
Ismet menekankan, pola pembangunan kawasan membutuhkan kontribusi lintas sektor. Karena itu, ia meminta organisasi perangkat daerah dan jajaran birokrasi yang terlibat tidak hanya menjalankan program berdasarkan bidang masing-masing, tetapi ikut memberikan gagasan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki.
Ia juga membuka ruang lebih besar bagi dunia usaha untuk masuk dalam pengembangan kawasan. Menurutnya, pemerintah memang memiliki peran melalui APBD dan APBN, tetapi geliat ekonomi daerah juga membutuhkan partisipasi pelaku usaha dan industrialis.
“Partisipasi daripada seluruh masyarakat, terutama para pengusaha-pengusaha yang ada, kita kedepankan lebih dahulu adalah pengusaha yang ada,” katanya.
Bagi Ismet, keterlibatan pengusaha lokal penting agar pembangunan kawasan tidak berhenti pada perencanaan pemerintah. Aktivitas ekonomi yang tumbuh di kawasan diharapkan ikut menciptakan peluang usaha sekaligus mempercepat perubahan yang dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia meminta para pelaku usaha memberikan pandangan dan masukan untuk menyempurnakan konsep pembangunan Kabila Bone. Masukan tersebut akan menjadi bagian dari proses mencari pola pembangunan kawasan yang dinilai paling sesuai dengan karakter dan potensi daerah.
“Pandangan dan tanggapan dari saudara-saudara, terutama para pengusaha, saya harapkan agar bisa melengkapi konsep daripada pembangunan kawasan Kecamatan Kabila Bone ini ke depan,” ujar Ismet.
Ismet berharap pendekatan tersebut tidak berhenti di Kabila Bone. Kawasan ini diharapkan menjadi embrio bagi pola pembangunan yang dapat diterapkan pada kecamatan-kecamatan lain di Bone Bolango.
Dalam kerangka yang lebih besar, ia ingin Bone Bolango tumbuh sebagai daerah yang memiliki kekuatan ekonomi produktif. Karena itu, pengembangan kawasan perdesaan menurutnya harus diarahkan bukan hanya untuk menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya usaha, investasi dan industri.
“Ini satu model yang baru yang kita kembangkan,” kata Ismet. (Firsa/Gopos)








