GOPOS.ID, GORONTALO – Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 kembali digelar Bank Indonesia sebagai ruang temu bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memperkuat inovasi, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing produk lokal. Di tengah ratusan UMKM yang hadir di Jakarta International Convention Center (JICC), empat UMKM binaan BI Gorontalo membawa kekayaan daerah, yakni: karawo, tenun, ecoprint hingga hasil laut.
Empat UMKM BI Gorontalo tersebut adalah Olami, Tiar Handycraft, Serasi Karawo, dan Bilal Mekar Snack (BMS). Keikutsertaan mereka di iven KKI 2026 bukan sekadar membawa produk untuk dipamerkan. Setiap dari mereka hadir dengan inovasi yang berangkat dari kekayaan lokal, kemudian diolah menjadi produk yang lebih dekat dengan kebutuhan dan selera pasar masa kini.
Olami datang melalui wastra dan produk ready-to-wear berbasis sulaman karawo. Inovasi Olami menjadi penanda bahwa karawo tidak berhenti sebagai sulaman tradisional semata. Pengembangan karawo menjadi produk kekinian dilakukan Olami dengan melibatkan sekitar 50 perempuan perajin. Di tangan mereka, karawo diarahkan agar semakin dekat dengan selera konsumen lintas generasi.
Upaya untuk membuat Karawo tetap hidup tanpa harus terjebak pada bentuk lama juga datang dari Serasi Karawo. UMKM ini membawa karawo melalui ketekunan dan kreativitas, sembari mempertahankan tradisi “Mo Karawo”. Produk seperti jilbab dan bros menjadi salah satu cara Serasi Karawo menghadirkan karawo dalam bentuk yang lebih dekat dengan kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu Tiar Handycraft mengambil jalur yang sedikit berbeda. Bahan yang digunakan justru datang dari kawasan Danau Limboto, yaitu eceng gondok. Bahan yang selama ini lekat dengan persoalan lingkungan tersebut dimanfaatkan menjadi bagian dari produk kriya dan fesyen berkelanjutan.
Pengembangannya kemudian bergerak lebih jauh ke produk ecoprint hingga perpaduan ecoprint dan karawo. Di balik pengembangan produk itu, terdapat pula pemberdayaan tenaga kerja perempuan.
Karya Tiar Handycraft yang paling mencuri perhatian di KKI 2026 adalah TENUKALA. Karya ini berhasil masuk 20 besar Inovasi Wastra CITRA NUSA dari 580 UMKM se-Indoensia yang mengikuti KKI 2026.
Nama TENUKALA merupakan akronim dari tiga unsur: tenun, karawo, dan leaf art yang diimplementasikan melalui merangkai kain tenun, motif karawo, leaf painting, serta sulam jelujur menjadi sebuah wastra kontemporer. Bentuknya dirancang minimalis, dinamis, dan fleksibel.
Dalam TENUKALA bertemu keterampilan yang berbeda. Tenun dan karawo membawa akar tradisi Gorontalo, sementara leaf art memberikan sentuhan yang lebih kontemporer. Namun lebih dari sekadar produk baru, TENUKALA menjadi upaya memberi ruang baru bagi karawo agar tetap hidup dalam selera masa kini.
Jika tiga UMKM sebelumnya banyak berbicara tentang wastra dan kriya, Bilal Mekar Snack (BMS) membawa cerita dari kekayaan laut Gorontalo. Hasil laut diolah menjadi beragam produk pangan, mulai dari abon tuna, sambal ikan, abon tuna kentang, hingga panada tore.
Proses produksi BMS juga melibatkan masyarakat sekitar. Dengan demikian, usaha tersebut tidak hanya berbicara tentang produk yang sampai ke tangan konsumen, tetapi juga tentang orang-orang yang ikut berada di balik proses pembuatannya.
Dari Gorontalo Menuju Pasar yang Lebih Luas
Empat UMKM binaan Bank Indonesia Gorontalo membawa wajah Gorontalo yang beragam ke KKI 2026. Olami dan Serasi Karawo membawa ketekunan para pengrajin dalam menjaga karawo. Tiar Handycraft mempertemukan eceng gondok, ecoprint, tenun, dan karawo dalam karya yang lebih kontemporer. Sementara BMS mengolah hasil laut menjadi pangan siap konsumsi.
Keikutsertaan mereka di KKI 2026 sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan keindahan sulaman dan kekayaan hasil pangan Gorontalo ke tingkat nasional. Lebih jauh, panggung tersebut membuka ruang bagi UMKM untuk memperluas akses pasar.
KKI 2026 diselenggarakan Bank Indonesia pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta. Gelaran yang memasuki penyelenggaraan ke-11 ini mengangkat tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”.
Saat membuka KKI 2026, Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan penguatan UMKM ke depan bertumpu pada tiga kata kunci. Yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing.
“Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujar Destry Damayanti, saat membuka KKI 2026.
Selama empat hari pelaksanaan, pameran di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM. Sementara pameran daring melalui platform digital KKI melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.
KKI 2026 juga menghadirkan 44 rangkaian kegiatan. Talkshow ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan, ekspor dan value chain, showcase UMKM unggulan digelar secara daring dan luring, area Cangkir Nusantara, showcase pariwisata, serta berbagai kegiatan aktivasi, ruang interaksi dan instalasi hijau. KKI 2026 menampilkan beragam produk UMKM hasil kurasi, mulai dari wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga atraksi desa wisata.
Mari semarakkan KKI 2026 dengan mengunjungi pameran secara langsung di Hall A dan B JICC, Jakarta, maupun secara daring melalui situs www.karyakreatifindonesia.co.id. Bersama, kita dukung UMKM Indonesia untuk terus bangkit, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan bangsa.(*/hasan/gopos)








