GOPOS.ID, JEMBER – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya mendukung pengembangan Jember Fashion Carnaval (JFC) agar mampu bersaing sebagai agenda pariwisata bertaraf internasional.
Dukungan itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Menurutnya, JFC telah berkembang menjadi daya tarik wisata yang mampu menarik perhatian wisatawan dalam dan luar negeri.
Emil menilai penguatan infrastruktur menjadi faktor penting untuk menopang penyelenggaraan event internasional. Salah satunya melalui peningkatan konektivitas transportasi menuju Jember.
“Gateway menuju ke luar negeri yang paling dekat adalah Bali. Karena itu, penerbangan Jember–Bali terus kita rintis,” kata Emil.
Ia menjelaskan Bali dapat menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi di Jawa Timur, termasuk menghadiri JFC di Jember.
Untuk menjaga keberlangsungan rute tersebut, Pemprov Jatim mendorong sinergi pendanaan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten, terutama saat pelaksanaan JFC.
Emil juga mengapresiasi masuknya JFC dalam Kharisma Event Nusantara (KEN). Menurutnya, langkah berikutnya adalah membuka peluang agar JFC dapat menembus jaringan event kelas dunia.
“Kami di Pemprov Jatim siap menyinergikan seluruh sumber daya yang kami miliki untuk menyokong keberlanjutan dan perluasan jaringan JFC di kancah global,” ujar Emil.
Ia menambahkan, strategi yang disiapkan meliputi menghadirkan penampil internasional serta memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi, termasuk jejaring akademik bidang desain yang telah terhubung dengan sejumlah negara Asia.
Sementara itu, Presiden JFC, Budi Setiawan, menyambut optimistis dukungan pemerintah terhadap peluang JFC masuk kalender pariwisata internasional.
Menurut pria yang akrab disapa Iwan itu, kreativitas para desainer muda JFC telah terbukti mampu menghasilkan karya yang layak tampil di panggung dunia.
“Tidak ada keraguan sedikit pun bahwa adik-adik akan mampu menyajikan karya-karya terbaik yang akan membanggakan Indonesia di mata dunia,” tutur Budi Setiawan.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kualitas karya harus diiringi kesiapan ekosistem pendukung, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan bagi wisatawan mancanegara.
“Kesiapan infrastruktur dan standar pelayanan internasional menjadi kunci agar JFC mampu berkembang secara profesional, berkelanjutan, dan semakin diperhitungkan di tingkat global,” pungkasnya.(kur)








