GOPOS.ID, GORONTALO – Berakhirnya Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo diharapkan menjadi titik awal lahirnya semangat baru bagi para petani dan nelayan dalam meningkatkan produksi pangan demi mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.
Kepala Perum Bulog Cabang Gorontalo, La Ode Sulaiman, mengatakan kesuksesan penyelenggaraan PENAS XVII tidak hanya diukur dari meriahnya kegiatan yang dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia, tetapi juga dari dampak positif yang ditinggalkan bagi pelaku sektor pertanian dan perikanan di daerah.
Menurutnya, tema besar PENAS XVII tentang transformasi petani dan nelayan harus menjadi motivasi bagi masyarakat untuk segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi modern yang kini menjadi kebutuhan dalam meningkatkan produktivitas.
“Setelah penutupan PENAS, kami berharap petani dan nelayan di Gorontalo memiliki semangat baru untuk meningkatkan produksi pangan. Tema transformasi petani dan nelayan harus diwujudkan melalui kemampuan beradaptasi dengan teknologi modern agar produktivitas semakin meningkat,” ujar La Ode Sulaiman, Rabu (24/06/2023).
Ia menjelaskan, penggunaan teknologi pertanian yang lebih maju menjadi salah satu kunci untuk menjawab tantangan sektor pangan di masa depan. Melalui pemanfaatan teknologi, petani dapat meningkatkan efisiensi, menekan biaya produksi, serta menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan berdaya saing.
La Ode menilai, berbagai inovasi dan pengetahuan yang diperoleh selama PENAS XVII perlu diterapkan secara nyata di lapangan agar memberikan manfaat langsung bagi petani dan nelayan.
“PENAS telah menjadi wadah berbagi pengalaman, inovasi, dan teknologi dari berbagai daerah. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi sektor pertanian dan perikanan di Gorontalo,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen Bulog untuk terus mendukung upaya peningkatan produksi pangan melalui penyerapan hasil panen petani dan menjaga stabilitas pasokan pangan di daerah.
Menurut La Ode, sinergi antara pemerintah, petani, nelayan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mewujudkan target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.
“Jika semangat kolaborasi dan inovasi yang lahir dari PENAS terus dijaga, maka cita-cita swasembada pangan yang berkelanjutan bukan sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan,” pungkasnya. (isno/gopos)








