GOPOS.ID, GORONTALO – Puncak pelaksanaan PENAS XVII Gorontalo yang berlangsung pada Rabu, 24 Juni 2026, menyajikan momen yang penuh makna dan kebanggaan bagi masyarakat Gorontalo. Dalam acara yang dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi, termasuk Presiden Prabowo Subianto, terdapat satu elemen yang menarik perhatian: hampir seluruh pejabat laki-laki mengenakan Upiya Karanji.
Upiya Karanji, yang dalam bahasa Gorontalo berarti “Kopiah Keranjang” atau juga dikenal sebagai “Peci Gorontalo,” bukan hanya sekadar aksesori pakaian, tetapi juga merupakan simbol identitas yang kuat bagi suku Gorontalo. Peci ini melambangkan kekayaan budaya dan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan mengenakan Upiya Karanji, para pejabat tidak hanya menunjukkan rasa bangga terhadap budaya lokal, tetapi juga memperkuat jati diri suku Gorontalo di hadapan publik.
Acara PENAS XVII ini menjadi panggung bagi Upiya Karanji untuk bersinar, mengingat pentingnya peran budaya dalam memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di antara masyarakat. Melalui penggunaan Upiya Karanji, para pejabat menunjukkan bahwa mereka mendukung pelestarian budaya dan tradisi daerah, yang merupakan bagian integral dari identitas bangsa.
Suku Gorontalo dikenal dengan keragaman budaya dan tradisi yang kaya, dan Upiya Karanji adalah salah satu simbol yang paling mencolok. Dalam konteks ini, Upiya Karanji bukan hanya melambangkan identitas suku, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan akar budaya mereka. Dengan semakin banyaknya orang yang mengenakan Upiya Karanji, diharapkan akan ada peningkatan kesadaran dan kebanggaan terhadap warisan budaya Gorontalo.
PENAS XVII Gorontalo tidak hanya menjadi ajang pertemuan para petani dan nelayan, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk merayakan dan mempromosikan budaya lokal. Dengan mengenakan Upiya Karanji, para pejabat dan masyarakat menunjukkan bahwa mereka siap untuk menjaga dan melestarikan tradisi yang telah ada, sekaligus membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Dalam penutupan acara, diharapkan Upiya Karanji akan terus menjadi simbol kebanggaan dan identitas bagi masyarakat Gorontalo, serta menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melestarikan budaya lokal mereka masing-masing. Melalui momen bersejarah ini, Gorontalo menegaskan posisinya sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi, serta berkomitmen untuk terus mengembangkan dan mempromosikan warisan tersebut. (Putra/Gopos)








