GOPOS.ID, GORONTALO – Kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu ditanamkan sejak usia dini. Hal itulah yang mendorong mahasiswa Profesi Dokter Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar sosialisasi mitigasi gempa bumi dan penanganan awal korban bencana di MTsN 1 Kota Gorontalo.
Kegiatan yang berlangsung di aula MTsN 1 Kota Gorontalo itu diikuti dengan antusias oleh para siswa. Tidak hanya mendapatkan materi teori, peserta juga diajak mempraktikkan langsung berbagai teknik penyelamatan diri serta pertolongan pertama saat terjadi bencana.
Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan mahasiswa Profesi Dokter stase Ilmu Kedokteran Kegawatdaruratan dan Kebencanaan (IKKB). Melalui kegiatan ini, mahasiswa turut mengimplementasikan ilmu kebencanaan yang diperoleh selama proses pendidikan.
Wakil Dekan FK UNG, Zuhriana K. Yusuf, mengatakan edukasi kebencanaan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat Indonesia yang berada di kawasan rawan bencana.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa profesi dokter tidak hanya belajar secara klinis di rumah sakit, tetapi juga berperan aktif dalam pengabdian masyarakat melalui edukasi kesehatan dan kebencanaan,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah mitigasi sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami oleh para siswa.
Peserta juga dibekali pengetahuan tentang pentingnya mengenali jalur evakuasi, menentukan titik kumpul aman, hingga teknik melindungi diri ketika gempa terjadi. Selain itu, siswa mendapatkan pelatihan dasar penanganan korban bencana, mulai dari teknik bebat tekan untuk menghentikan perdarahan, pemasangan bidai pada cedera tulang, hingga cara evakuasi korban secara sederhana.
Menurut Zuhriana, keterampilan dasar pertolongan pertama dan pemahaman mitigasi bencana merupakan bekal penting yang dapat membantu siswa melindungi diri sendiri maupun orang lain saat menghadapi kondisi darurat.
Sementara itu, Kepala MTsN 1 Kota Gorontalo, Rommy Bau mengapresiasi inisiatif FK UNG yang menghadirkan edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah.
Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran serta kesiapan siswa menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Edukasi seperti ini sangat penting bagi peserta didik. Selain menambah wawasan, siswa juga mendapatkan keterampilan praktis yang dapat diterapkan saat menghadapi situasi darurat,” ungkap Rommy.
Melalui kegiatan tersebut, FK UNG berharap budaya sadar bencana dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda, sehingga masyarakat memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi dan mengurangi risiko bencana. (Rama/Gopos)








