GOPOS.ID, JEMBER – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Jember memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Langkah itu dilakukan untuk memastikan ternak aman, sehat, dan layak dikonsumsi masyarakat.
Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan Jember menerjunkan petugas veteriner ke seluruh kecamatan. Pemeriksaan dilakukan mulai peternakan hingga lapak penjualan hewan kurban musiman.
“Kami mengedepankan prinsip transparansi dan keamanan pangan. Petugas medik dan paramedik veteriner sudah kami sebar ke 31 kecamatan,” ujar Kabid Keswan DKPP Jember, drh. Henry Kurniawan.
Tim pemeriksa memantau kondisi fisik ternak secara detail. Hewan dipastikan tidak pincang, mata jernih, hidung lembab, serta memiliki bulu yang sehat dan tidak kusam.
“Pemeriksaan fisik menjadi tahap paling penting untuk mengetahui kelayakan hewan kurban sebelum dijual kepada masyarakat,” kata drh. Henry Kurniawan.
DKPP juga mengantisipasi penyebaran penyakit menular seperti PMK dan lumpy skin disease. Pemeriksaan dilakukan melalui skrining klinis terhadap seluruh ternak yang masuk pengawasan.
“Kami memastikan hewan bebas dari gejala penyakit zoonosis maupun penyakit endemik yang bisa berdampak pada kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Selain kesehatan, usia ternak turut diverifikasi sesuai syariat Islam. Pemeriksaan dilakukan melalui pengecekan tumbuhnya sepasang gigi tetap pada hewan kurban.
“Jika kesehatan ternak terjamin melalui SKKH, pembeli maupun pedagang akan lebih percaya melakukan transaksi dalam jumlah besar,” pungkas drh. Henry Kurniawan.(kur)








